Meriah ! Festival Samba di Plampang Dihadiri Tamu Mancanegara

oleh

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 September 2022)–Masyarakat Kecamatan Plampang kembali menggelar Festival Samawa Malanti Budaya (Samba) ke-11. Festival Samba pada tahun 2022 ini, mengusung tema “Pajatu Tanang Adat Budaya–Tu Sangorek Ko Kabalong”.

Kegiatan budaya yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Sepakat Kecamatan Plampang, Sabtu (17/9) itu resmi dibuka Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua Adat Tana Samawa (LATS), Ir. H. Iskandar. D, M.Ec.Dev, yang ditandai dengan penancapan duplikat Keris Samba.

Hadir pada pembukaan Festival Samba di antaranya pengurus LAST, Muhammad Ikraman, H. Hasanuddin, S.Pd, Anggota DPRD Sumbawa, Ahmadul Kosasi dan Sahrul SE, kades se Kecamatan Plampang serta 10 tamu asing dari Nederland.

Dalam sambutannya, Ir. H. Iskandar D. M.Ec.Dev mengatakan, bahwa festival Samba yang diagendakan setiap tahun di Kecamatan Plampang. Namun sempat vakum selama dua tahun akibat pandemic covid. Kini digelar kembali dengan cukup meriah. Dikatakan Haji Ande—sapaan mantan Asisten III Sekda Sumbawa,

Festival Samba ini menjadi ikhtiar bersama dalam membina dan melestarikan budaya daerah, di tengah derasnya arus globalisasi. “Kita menyadari betapa pentingnya makna kebudayaan dalam memperkokoh identitas kita sebagai Tau Samawa. Kita sadar bahwa krisis identitas telah menyebabkan sebagian besar generasi muda kita mengekor kepada budaya asing, menyebabkan kita kehilangan martabat dan kharisma sebagai masyarakat yang beradab. Kita seakan-akan kehilangan keunikan dan nilai-nilai kearifan local,” ungkapnya.

Baca Juga  Pos UKK Solusi Pelayanan Kesehatan untuk Petani

Saat ini dapat dilihat bagaimana nilai-nilai luhur yang ada dalam budaya mulai luntur. Pola pikir masyarakat banyak dipengaruhi oleh budaya asing yang kadang tidak sejalan dengan kultur budaya Samawa. Contohnya sifat individualis (mementingkan diri sendiri), hedonis (keduniawian), dan liberal (kebebasan).

“Ini dapat terlihat dari prilaku masyarakat yang sudah mulai kehilangan nilai kearifan lokal yang dimiliki, seperti semangat saling beri, saling pedi, saling satingi, ke saling satotang,” imbuhnya.

Kegiatan festival ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat Sumbawa untuk secara bersama-sama memelihara dan mempertahankan jatidiri sebagai Tau Samawa. Salah satu di antaranya adalah dengan menanamkan rasa bangga terhadap kesenian daerah yang merupakan bagian dari budaya bangsa dan melestarikan warisan budaya leluhur Tau Samawa, sehingga dapat menjadi bagian dari upaya untuk membawa daerah ini menjadi Sumbawa yang bermartabat.

Baca Juga  Meriahkan MotoGP, BRIDA NTB Gelar InovTek Expo

Kemeriahan Festival Samba tahun 2022 ini, menjadi sebuah momen untuk menggugah dan meningkatkan kegotong-royongan dan kebersamaan seluruh komponen masyarakat.

Salah satu bagian dari Festival Samba ini adalah Nimung Rame yang berhasil mengumpulkan 1.274 buah timung (nasi bambu) dari sekitar 285 kilogram beras ketan dan kelapa. Pawai budaya pun yang diikuti oleh ratusan siswa sekolah dan masyarakat dari 11 desa mewarnai semarak Festival Samba 2022.

Pantauan Wartawan Samawarea.com Biro Sumbawa Timur, terpantau ribuan masyarakat mengikuti pawai budaya Samba. Dalam pawai terlihat iringan mata rame, pangantan nginring, antat pangantan, munit rame dan nyorong. Selain itu para turis asing cukup terpukau ketika melihat iring-iringan peserta pawai yang didominasi pelajar SD, SMP dan SMA serta berfoto dengan peserta pawai. (SR)

Azzam Bappenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *