Harga BBM Naik, Tarif di RSUD Sumbawa Tetap Normal

oleh

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 September 2022)–Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mempengaruhi semua sektor. Salah satunya sektor kesehatan. Seperti di RSUD Sumbawa yang masih menggunakan tarif lama untuk pengobatan dan perawatan medis.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri yang dikonfirmasi samawarea.com, Senin (12/9), mengakui bahwa kenaikan harga BBM belum berpengaruh terhadap tarif pengobatan di RSUD setempat. Hingga saat ini, tidak ada rencana untuk menaikkan tarif rumah sakit tersebut karena pihaknya tidak menggunakan BBM dalam skala besar.

“Belum ada perubahan terkait kenaikan harga obat-obatan, begitu juga listrik tidak ada kenaikan, sehingga biaya operasional relatif masih sama sebelum BBM naik,” ungkap Dokter Dede—akrab dirut disapa.

Baca Juga  Sebulan 6 Kali Gajian, Jajaran RSUD Sumbawa Diminta Tingkatkan Pelayanan
Dirut RSUD Sumbawa Bersama Bupati Sumbawa di RSUD Sumbawa lokasi Sering, Kecamatan Unter Iwis

Ia menambahkan jika RSUD Sumbawa hendak menaikkan tarif rumah sakit, diperlukan analisis secara mendalam terkait biaya operasional. “Artinya akan dievaluasi 2 sampai 3 bulan ke depan,” imbuhnya.

Selain itu Upah Minimum Provinsi (UMP) belum ditetapkan sebagai acuan kesanggupan untuk membayar pegawai. “Ada ratusan pegawai bekerja di RSUD Sumbawa. Ketika UMP sudah ditentukan, maka akan berpengaruh terhadap biaya operasional rumah sakit. Ini bisa menjadi pertimbangan untuk menaikkan tarif,” beber Dokter Dede.

Karenanya Ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik dengan kenaikan BBM yang dikaitkan dengan biaya pengobatan dan perawatan di RSUD Sumbawa. “Intinya RSUD Sumbawa ini hadir untuk meringankan beban masyarakat Sumbawa yang hendak berobat,” pungkasnya. (SR)

Azzam Bappenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *