Ingatkan Rektor UTS, Gubernur: Jangan Menang Jumlah Tapi Kualitas Menurun

oleh -206 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3 September 2022)–Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengakui Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah menjadi kampus yang berkembang. Jumlah mahasiswa terus bertambah dan berdatangan dari segala penjuru tanah air bahkan dari berbagai negara.

Selain itu, berbagai fasilitas yang dimiliki kian lengkap. Namun Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengingatkan Rektor dan civitasnya, bahwa kenyataan itu tidak justru membuat kualitas di kampus menurun.

“Jangan sampai jumlah kita banyak seperti buih di lautan yang tak berarti apa-apa. Jangan sampai fasilitas kita lengkap tapi kualitas kita menurun. Jangan sampai mereka datang dari segala penjuru dan menjadi bagian dari komunitas kita (UTS) tanpa suatu kebanggaan,” kata Pendiri UTS ini mengingatkan saat memberikan sambutan di hadapan 578 Wisudawan Tahun Akademik 2021/2022 di Kampus UTS, Sabtu (3/9/2022).

Bang Zul menyadari bahwa UTS memang kampus kecil dan sederhana serta lokasinya di kaki bukit. Tapi banyak yang menjadi saksi bahwa kuliah di UTS pada tahun pertama itu tidak main-main. Para dosen tak kenal lelah dan jarang tidur hanya ingin memperoleh mahasiswa terbaik.

“Saking seriusnya kita, mahasiswa angkatan pertama ini dites masuk secara lisan untuk matematika, fisika, dan kimia. Betapa mahasiswa yang dipilih ini adalah yang terbaik,” kata Bang Zul yang merupakan Rektor UTS pertama.

Baca Juga  Atasi Kerusakan Jaringan Air Bersih, Kades Muer Ajak Warga Bergotong-royong

Ini terbukti ketika dua tahun UTS berdiri, mahasiswa angkatan pertama, berhasil memenangkan IGEM—kompetisi robotic dunia di Boston Amerika Serikat Tahun 2014. Kemenangan UTS dengan mengalahkan 250 tim dari kampus berbagai negara di antaranya Amerika, Inggris, Jerman, Kanada, China, Swedia, Polandia, Australia, dan Jepang ini, bukan karena mahasiswa UTS pintar dan lebih hebat. Tapi komunitas dunia memberikan penghargaan tertinggi itu karena semangat juang mahasiswa UTS yang tinggi di tengah keterbatasan yang ada.

“Mahasiswa UTS angkatan pertama tidak pernah gagal ketika mengikuti kompetisi apapun, pasti menang. Karena mereka dididik dan dibesarkan oleh dosen-dosen yang berjuang dan mengajarkan mereka dengan cinta dan hati. Sebab para dosen yang sebagian besar dari Jakarta datang ke sini karena satu tujuan, yaitu ingin menyumbangkan sesuatu buat republik yang kita cintai ini,” ujarnya.

Untuk itu Bang Zul meminta agar lulusan UTS tidak boleh ada yang menganggur. Dengan keilmuan dan semangat yang ada bukan hanya mampu mendapatkan pekerjaan tapi juga bisa membuka lapangan pekerjaan.

“Kampus harus bisa menjadi garda terdepan untuk menjadi rumah pembelajaran yang nyaman bagi kita semua untuk tumbuh sebagai manusia seutuhnya dan bermanfaat bagi semesta alam. Where there is a will there’s a way,” pungkasnya. (SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.