Lestarikan Budaya Sumbawa, Linkkar Gelar Nobar Film Dokudrama “Barempuk”

oleh

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Agustus 2022)–Lembaga Analisis dan Kajian Kebudayaan Daerah (Linkkar) menggelar acara nonton bareng (Nobar) film dokumenter drama (Dokudrama) “Barempuk” di lapangan sepak bola Desa Kakiang, Kecamatan Moyo hilir, Kabupaten Sumbawa-NTB pada, Senin (29/8) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Linkkar Amilan Hatta, M. Si, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Abdul Rafiq, SH, Camat Moyo Hilir Deden Fitriadi, S. STP, M. Si, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sumbawa Dr. Budi Prasetyo, perwakilan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Syukri Rahmat, S. Ag, Kepala Desa (Kades) Kakiang Erfan Darisman, Kasat Pol PP H. Sahabuddin, M.Si, Budayawan Sumbawa H. Hasanuddin HD, Manjasus, Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Toma), serta masyarakat Desa Kakiang.

Direktur Eksekutif Linkkar Amilan Hatta dalam sambutannya menyebutkan bahwa pembuatan film budaya Dokudrama “Barempuk” merupakan sarana memperkenalkan objek pemajuan kebudayaan desa Kakiang yang didaftar ke Kemendikbud Ristek RI.

“Puji syukur kepada Allah SWT dan terimakasih sudah berkumpul bersama kami untuk menyaksikan salah satu kegiatan yang kami laksanakan bersama masyarakat desa Kakiang dalam 3-4 bulan terakhir ini didampingi oleh bapak Camat Moyo hilir dalam rangka pembuatan film Budaya Dokudrama (Dokumenter Drama) film “Barempuk” yang merupakan objek kebudayaan desa Kakiang yang didaftar ke Kemendikbud Ristek RI,” ucap Amilan Hatta.

“Film sebenarnya hanya salah satu instrumen atau alat untuk memperkenalkan salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang ada di desa Kakiang,” jelasnya.

“Yang terpenting menurut kami bagaimana kegiatan Barempuk ini benar-benar dibangkitkan kembali sebagai salah satu eksistensi budaya yang ada di desa Kakiang ini. Jadi tidak ada artinya jika film hanya sebuah tontonan tetapi esensi dari kegiatan Barempuknya itu tidak ada aktivitas di desa Kakiang. Saya mengimpikan Barempuk dan Karaci itu kita bangun bersama-sama lagi di desa Kakiang,” harapnya.

Ia juga menyampaikan pesan dari Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Kemendikbud dalam hal ini Pokja Pemajuan Kebudayaan Desa.

Baca Juga  Informatika UTS Gandeng BAPPEDA, BRI dan Komunitas Bale Dev Gelar Nasional Sinergy 2019

“Pertama, gunakan atau manfaatkan objek pemajuan kebudayaan di desa itu sebesar-besarnya untuk menjadi bernilai ekonomi buat masyarakat desa. Jadi esensi dari pemajuan kebudayaan itu bagaimana agar masyarakat desa itu bisa merasakan dampak kesejahteraan dari objek pemajuan kebudayaan yang ada. Kedua, OPK desa Kakiang dalam hal ini Barempuk dan Karaci harus benar-benar dibangkitkan eksistensinya oleh masyarakat Kakiang itu sendiri. Kita berharap desa Kakiang menjadi ujung tombak dalam kegiatan Barempuk ini, minimal pemerintah desa mampu menyusun dokumen pemajuan kebudayaan desa. Dari dokumen pemajuan kebudayaan desa kemudian menjadi RPJMDes kemudian akan menjadi RPJMD. Semoga ini akan mendapat atensi dari bapak ketua DPRD kab. Sumbawa,” terang Milan.

Selain itu, Amilan Hatta juga berpesan kepada masyarkat dan pemerintah desa Kakiang agar kedepan ada upaya gotong-royong menjadikan desa Kakiang benar-benar memiliki objek kebudayaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tidak ada artinya sebuah tontonan atraksi kebudayaan tetapi tidak dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat sebagai penyedia dan penikmat dari kegiatan kebudayaan itu sendiri, karena pendampingan dari Kemendikbud hanya 3 tahun, selanjutnya harus ada upaya gotong royong dari masyarakat dan pemerintah desa sebagai ujung tombak,” ungkap Milan.

Hampir senada Kades Kakiang Erfan Darisman dan Camat Moyo Hilir, Deden Fitriyadi, S.STP, M.Si mengapresiasi Desa Kakiang mampu memberikan konstribusi budaya kepada Kabupaten Sumbawa yaitu Karaci dan Barempuk.

“Kedepan budaya Karaci dan Barempuk perlu ditampilkan seperti di Bandara ataupun di event-event lain yang diselenggarakan di Sumbawa agar semakin dikenal oleh masyarakat luas,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq memberikan apresiasi kepada Linkkar dan tim produksi film Barempuk.

“Spesial, buat Linkkar yang sangat luar biasa mempersembahkan karya besar pada malam ini, saya sangat mengapresiasi teman-teman Linkkar yang telah merilis film Dokudrama salah satu tradisi kita yaitu “Barempuk”,” ucap Rafiq.

Baca Juga  10 Desa di Sumbawa Ditetapkan Kemendes PDTT Jadi Lokasi Desa Cerdas

Abdul Rafiq mangajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya Sumbawa.

“Bagaimana sangat penting artinya kita menjaga dan melestarikan budaya kita, tapi saya ingin melihat dari dimensi lain, Barempuk adalah sebuah budaya yang sebenarnya bisa kita jual, apalagi di era industri 4.0 ini sangat mudah sekali kita memperkenalkan budaya-budaya lokal kita, nah sesuatu yang bisa kita lihat adalah lantas sejauh mana kita peduli dan sejauh mana kita berfikir apa dampak dari budaya-budaya kita di Sumbawa, apalagi desa Kakiang ditetapkan sebagai salah satu Desa Budaya di kabupaten Sumbawa, dengan adanya kegiatan Nobar film Dokudrama Barempuk ini ada multiplayer efek khususnya untuk masyarakat Kakiang umumnya masyarakat Sumbawa,” ucap Rafiq.

“Tinggal bagaimana nanti kita mengemas menjadi sebuah potensi kita untuk lebih memperkenalkan desa Kakiang, tentu persiapan kita harus seperti apa? ini yang harus kita fikirkan, jangan sampai nanti Barempuknya sudah dikenal oleh masyarakat Kakiang khususnya tetapi kita belum siap menerima teman-teman kita yang dari jauh untuk menggali dan mendalami budaya kita, lebih-lebih potensi ekonomi harus kita dapat, sehingga ketika itu kita lakukan dan konsepkan secara bersama-sama, saya yakin budaya-budaya kita bisa kita jaga dan kita lestarikan, sekaligus dampak ekonomi bisa kita dapatkan. Dengan adanya kegiatan seperti ini ibu-ibu bisa mempersiapkan UMKM, kami di lembaga DPRD insyaAllah memberikan atensi terkait kegiatan seperti ini,” jelas Rafiq.

“Tetapi yang jadi masalah adalah bagaimana desain, bagaimana konsep dari tampilan-tampilan film yang kita sajikan ini, apakah itu menjadi daya tarik yang sangat luar biasa bagi mereka atau sekedar biasa-biasa saja tidak seperti yang kita promosikan, ini mungkin PR kita. Sehingga ketika pengunjung dari luar daerah datang untuk menonton acara seperti ini mereka akan membawa kabar yang bagus keluar dan mereka kembali lagi untuk menonton kegiatan Barempuk ini,” jelas Rafiq. (SR)

Azzam Bappenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *