Pendapatan Daerah Kabupaten Sumbawa 2023 Diproyeksikan 1,95 Triliun

oleh -105 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Agustus 2022)–Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai PDRB Kabupaten Sumbawa Tahun 2021 atas dasar harga berlaku pada Tahun 2021 mencapai Rp 15,01 Trilyun. Secara nominal, nilai PDRB ini mengalami peningkatan Rp 0,56 Trilyun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 14,45 Trilyun.

Demikian penjelasan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 pada Sidang Paripurna di DPRD Sumbawa, Senin (1/8/2022).

Dikatakan Bupati, kenaikan nilai PDRB ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi di seluruh lapangan usaha seiring pemulihan kondisi ekonomi pasca pandemi Covid-19 dan adanya inflasi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa juga meningkat pada tahun 2021 menjadi 68,01 dibanding 67,61 pada Tahun 2020.

Dengan melihat capaian makro tersebut, penyusunan Rancangan APBD tahun 2023 didasarkan pada beberapa asumsi makro yaitu pertumbuhan ekonomi (di luar tambang) pada kisaran 2,46 %, tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,41% yang disinergikan dengan target menekan tingkat kemiskinan menjadi 13,18%.

Kesenjangan kesejahteraan yang diukur dari rasio gini pada tahun 2023 diharapkan dapat diturunkan menjadi 0,33. Dari sisi kualitas pembangunan manusia, indeks pembangunan manusia dalam tahun 2023 diproyeksikan pada angka 69,58.

Target tahun 2023 tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi makro negara dan daerah yang belum sepenuhnya bebas dari dampak pandemi covid-19 sehingga tema utama dalam penyusunan apbd 2023 nantinya adalah pemulihan kondisi ekonomi.

Baca Juga  Pembangunan DPSP Mandalika Dipercepat

Lebih jauh diungkapkan Bupati di hadapan Ketua DPRD yang didampingi para pimpinan dan anggota DPRD, bahwa dalam dokumen Rancangan KUA-PPAS, pendapatan daerah tahun anggaran 2023 diproyeksikan sebesar Rp 1.949.883.980.270,02 (1,9 Triliyun).

Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 214.921.861.458 (214,9 Milyard), Pendapatan Transfer Rp 1.700.916.418.812,02 (1,7 Triliyun), lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 34.045.700.000 (34 Milyard).

Selain mengandalkan pendapatan yang bersumber dari transfer pemerintah pusat, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah agar kontribusinya dalam pembiayaan pembangunan daerah dapat terus meningkat signifikan.

Untuk diketahui tema pembangunan daerah tahun 2023 adalah “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Berkelanjutan dan Peningkatan Daya Saing Daerah Pasca Covid-19″. Sedangkan prioritas pembangunan tahun 2023 adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkualitas dan berkeadilan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas wilayah untuk mendukung pengembangan

ekonomi dan layanan dasar. Kemudian peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan masyarakat Sumbawa yang beriman, aman dan berbudaya, pengelolaan persampahan, lingkungan hidup dan perubahan iklim, mitigasi bencana, serta reformasi birokrasi dan transformasi pelayanan publik.

“Pengalokasian belanja daerah tahun 2023 terutama dalam rangka memenuhi belanja mandatory seperti belanja pendidikan minimal 20% dari APBD, belanja kesehatan minimal 10% dari APBD setelah dikurangi belanja pegawai, belanja infrastruktur minimal 25% dari dana transfer umum, anggaran Diklat bagi ASN sekurang-kurangnya 0,16% dari total belanja daerah, belanja penguatan kapasitas aparat pengawasan internal pemerintah (Inspektorat), alokasi dana kelurahan, alokasi dana desa, dana desa yang bersumber dari APBN melalui APBD serta belanja-belanja yang mendukung tema dan prioritas daerah tahun 2023,” bebernya. (SR)

seleksi Amman Mineral Amman Mineral Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.