MY Institute: Tinggi Ketidaktahuan Publik Terhadap 10 Program Mo—Novi, Perlu Sosialisasi

oleh -183 views

SUMBAWA–Menyambut HUT Sumbawa ke-63, lembaga survei MY Institute merilis Survei Opini Publik. Survei ini menyoroti pemerintahan Drs. H. Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd yang baru berjalan 8 bulan. Survei ini mengusung tema “Menuju 1 Tahun Kepemimpinan Mo-Novi Membangun Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban”.

Survei tersebut ingin melihat penilaian dan tingkat optimisme masyarakat terhadap kepemimpinan keduanya berdasarkan 10 program unggulan yang telah dicanangkan di masa-masa kampanye beberapa tahun lalu.

Rilis Hasil Survei Opini Publik ini dikemas dalam diskusi ilmiah yang dilaksanakan pada Kamis (20 Januari 2022) via zoom meeting. Kegiatan tersebut semakin seru karena dihadiri oleh beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah dan masyarakat luas.

Peneliti My Institute, Yadi Satriadi menjelaskan bahwa survei ini menggunakan metode Multitastage Random Sampling dengan Margin of Error 5% dan tingkat kepercayaan 95%, sehingga mendapatkan responden sebanyak 400 orang. Yadi memperlihatkan bagaimana respon dan penilaian masyarakat terhadap 10 program unggulan Mo-Novi menjelang satu tahun pemerintahannya.

Setiap bidang ini dinilai berdasarkan tingkat optimisme, tidak optimis, dan tidak mengerti atau tidak paham dengan program tersebut, serta kepuasan masyarakat.

Tingkat “optimisme” ini berarti harapan masyarakat Sumbawa untuk pemerintahan Sumbawa kedepannya. Kemudian tingkat tidak optimis, ini berarti kritikan masyarakat yang menilai bahwa program yang diusung belum terasa oleh mereka. Sedangkan “tidak mengerti dengan program ini” adalah penilaian masyarakat bahwa mereka tidak bersentuhan langsung dengan program unggulan yang diusung tersebut.

Secara umum, ungkap Yadi, yang menjadi kritik dan saran adalah banyak program unggulan tersebut belum tersampaikan dengan baik. Informasi bahwa 10 program tersebut sudah terealisasikan atau tidak, berdasarkan survey terdapat 56,2% yang belum mengetahuinya atau masih lebih tinggi dibandingkan yang mengetahui terkait program-program tersebut.

Yadi menilai bahwa program tersebut bukan hanya diprogramkan melainkan perlu untuk dikampanyekan dan dibuat laporan berkala kepada masyarakat.

“Perlu adanya sosialisasi menggunakan media dan strategi yang tepat agar program tidak hanya beredar di tataran pemerintah saja, melainkan perlu diketahui bahkan dipahami oleh masyarakat Sumbawa. Kunci dari terlaksananya program tidak hanya pada pelaksanaannya saja, melainkan dapat dirasakan dan dinilai oleh masyarakat,” beber Yadi.

Baca Juga  Fud Syaifuddin: Ini Resiko dari Sebuah Perjuangan

Selain melihat tingkat optimisme terhadap 10 program unggulan, MY Institute juga menyoroti permasalahan sosial di sekitar yang dinilai oleh masyarakat.

Pertama, persampahan. Terdapat 53,3% masyarakat menilai bahwa persampahan menjadi masalah di sekitar mereka. Angka ini cukuptinggi. Namun 57,3% dari masyarakat optimis masalah tersebut dapat diselesaikan di masa pemerintahan Mo-Novi ini.

Kedua, Banjir, terdapat 24% masyarakat menilai bahwa di musim hujan mereka selalu terdampak. Namun di balik musibah itu, masyarakat berharap di masa Mo-Novi ini dapat terselesaikan. Yaitu sebanyak 94,8% dari masyarakat yang terdampak berharap dapat terselesaikan dan diperhatikan.

Ketiga, Kekeringan. Sekitar 37,8% masyarakat menilai bahwa akan mengalami kekeringan, sama halnya dengan bencana banjir. Masyarakat menaruh harapan besar di masa Mo-Novi ini dapat terselesaikan, yaitu sebanyak 80,1% dari masyarakat terdampak berharap dapat terselesaikan dan diperhatikan.

Keempat, terkait Illegal Logging. Terdapat 35% masyarakat menilai bahwa di sekitarnya terjadi penebangan liar secara illegal dan tidak bertanggungjawab. Namun, 86,4% dari masyarakat yang terdampak berharap ini dapat terselesaikan di masa pemerintahan Mo-Novi.

Kelima, terkait kekurangan air bersih. 45,4% masyarakat menilai bahwa kekurangan air bersih menjadi masalah mereka sehari-hari. Namun di balik itu, masyarakat optimis di masa pemerintahan Mo-Novi ini dapat terselesaikan, yaitu sebanyak 96,2% dari masyarakat terdampak berharap dapat terselesaikan.

Keenam, terkait Irigasi Pertanian. Diperlukan adanya dukungan pemerintah terkait sarana dan prasarana pertanian tersebut. Terdapat 31,5% masyarakat menganggap ini menjadi masalah, dan berharap dapat terselesaikan. 99,2% dari masyarakat terdampak optimis ini dapat terselesaikan di masa pemerintahan Mo-Novi.

Ketujuh, Kelangkaan Pupuk. Terdapat 72,5% masyarakat menilai bahwa kelangkaan pupuk menjadi masalah terbesar bagi pertanian. Di balik pernyataan tersebut 93,8% dari masyarakat yang terdampak berharap ini dapat terselesaikan di masa pemerintahan Mo-Novi.

Baca Juga  CBN Kota Jogja Siap Terjun ke Masyarakat

Kedelapan, kelangkaan bibit pertanian. 57% masyarakat menilai bahwa kelangkaan bibit menjadi masalah di sekitar. Sebanyak 96,8% dari masyarakat yang terdampak berharap dapat terselesaikan di masa Mo–Novi.

Kesembilan, terkait penyebaran Covid-19. Menekan angka Covid-19 menjadi salah satu prestasi masyarakat. Hanya 4% masyarakat yang menilai bahwa pemerintah tidak bekerja dengan baik untuk menekan angka penyebaran covid-19, dan 93,8% dari masyarakat yang menilai tersebut optimis ini dapat segera ditekan.

Kesepupuh, terkait vaksinasi. Terdapat 6,3% masyarakat yang menilai bahwa program vaksinasi belum berjalan baik, namun 100 persen optimis program tersebut bisa terlaksana. Kesebelas, terkait anak putus sekolah. Terkait anak putus sekolah, 31,8% menilai bahwa ini masih menjadi masalah di sekitar mereka.

Keduabelas, terkait lokasi tempat pendidikan. Hanya 13,3% masyarakat menilai bahwa lokasi PAUD, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama/sederajat masih susah dijangkau. Namun, 100% masyarakat dari yang menilai menaruh harapan ini dapat terselesaikan di masa kepemimpinan Mo-Novi.

Ketigabelas, terkait pelayanan Kesehatan. Terdapat 26,8% masyarakat menilai bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit belum maksimal, namun 98,1% dari masyarakat yang terdampak optimis ini dapat diselesaikan.

Kemudian Jalan Antar Desa, 41% menilai masih menjadi masalah, namun 98,8% dari masyarakat yang optimis dapat diselesaikan di masa pemerintahan Mo-Novi. Terakhir, keamanan. Masih 30,5% menilai bahwa di sekitar mereka belum aman, namun masyarakat percaya 100% di masa pemerintahan Mo-Novi dapat terselesaikan.

Dari permasalahan sosial tersebut, Yadi menyebutkan, bahwa kesehatan, penurunan dan vaksinasi covid-19 menjadi salah satu penelitian positif dari masyarakat. Fasilitas dan kecepatan dalam menangani Covid-19 dianggap cepat dan tanggap. Sedangkan di bidang lingkungan, ketersediaan air dan pertanian menjadi pekerjaan rumah terbesar agar dapat diselesaikan.

Sementara di akhir presentasinya, Yadi menjelaskan bahwa tercatat 97% masyarakat Sumbawa optimis terhadap kepemimpinan Mo-Novi kedepannya. Dengan tingkat kepuasan masyarakat sebanyak 83,5%.  Optimisme yang tinggi berarti harapan besar berada di pundak Mo-Novi.  (SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.