Kirim PMI ke Turki Secara Ilegal, Dua Wanita Ditangkap

oleh -128 views

MATARAM—Dua orang wanita berinisial SH dan DH ditangkap jajaran Polda NTB. Keduanya terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang (Pekerja Migran Indonesia) dengan negara tujuan Turki.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK M.Si saat jumpa pers, Selasa (11/1/2022) menjelaskan, penangkapan kedua tersangka atas dasar laporan korban LS yang direkrut pada 2 Juni 2021 lalu di Dusun Kedome, Desa Ketapang Raya, Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Korban LS direkrut oleh sponsor SH dan pekerja lapangan DH untuk menjadi PMI ke luar negeri sebagai pengasuh manula (Lansia) bergaji sebesar 21 juta untuk 3 bulannya, dengan kontrak selama 2 tahun.

“Atas janji tersebut korban LS bersedia diberangkatkan ke Jakarta untuk pembuatan paspor. Identitas korban LS dituakan dan LS mendapat uang tip sebesar 3 juta rupiah,” jelas Artanto.

Dijelaskan, kurang lebih 2 minggu korban kemudian diberangkatkan ke Negara Turki dan dijemput oleh agen setempat lalu dipekerjakan ke majikan (Baba).

Selama bekerja korban LS mengalami perbuatan yang tidak menyenangkan. Korban sering dicaci maki tanpa alasan yang jelas. Korban LS pun melarikan diri menuju KBRI Ankara guna meminta perlindungan dan meminta agar dipulangkan ke Indonesia. Pada tanggal 11 Desember 2021 korban LS dipulangkan oleh pihak KBRI dan selanjutnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polda NTB. “Atas dasar itu kedua terduga pelaku Hari Senin (10/1/2022) diringkus Tim Ditreskrimum Polda NTB,” jelasnya.

Baca Juga  Kapolda NTB: Jadikan Teroris Musuh Bersama  

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata mengatakan, pengiriman PMI yang dilakukan SH dan DH adalah ilegal, tanpa dilengkapi dengan dokumen pengiriman yang sah dari pemerintah. Selain itu data korban juga dipalsukan, lebih spesipik lagi yang dipalsukan adalah umur PMI yang dituakan agar diterima pihak Turki.

“Mereka melakukan ini tanpa izin dan jelas ilegal, prosedur yang sebenarnya itu harus melalui mekanisme Dinas Tenaga Kerja dan berbadan hukum,” tandasnya.

Mengenai pemalsuan berkas yang dilakukan oleh kedua oknum tersebut, Polisi masih mendalami kasusnya, apakah ada keterlibatan orang dalam atau hanya mereka yang melakukan hal itu untuk mengelabui petugas.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abri Danar Prabawa tidak membenarkan perekrutan tenaga kerja secara perseorangan, tanpa melalui PT dan prosedur yang ada.

Diapun mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan Polda NTB yang telah mengungkap pengiriman PMI ilegal di NTB. Dia berharap dapat menjadi efek jera bagi para pelaku dan pembelajaran bagi para calon PMI. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.