Gelar Gathering Ekosistem Desa, BRI Sumbawa Beri Reward Mantri dan Agen BRILink

oleh -198 views

SUMBAWA—Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja sejumlah Mantri dan Agen BRIlink, BRI Cabang Sumbawa Besar memberikan reward. Penghargaan tersebut diberikan kepada Mantri dengan pencapaian agen terbanyak dan Agen BRIlink dengan pencapaian transaksi terbanyak.

Pemberian reward tersebut dikemas dalam Acara Gathering Ekosistem Desa yang digelar BRI Cabang Sumbawa bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Sumbawa di Sumbawa Grand Hotel, Selasa (11/1/2022).

Kegiatan yang dikoordinir Asisten Manager Bisnis Mikro (AMBM) BRI Sumbawa, H. Jihadul Iman ini diisi dengan diskusi yang menghadirkan pemateri, Kabid Perindustrian Diskoperindag, Andi Kusmayadi S.Pi., M.Si dan Sekretaris DPMPD, Syaifullah SE.

Pemimpin Cabang BRI Sumbawa, Abdul Azis Setiawan dalam sambutannya, mengatakan, Tahun 2020 lalu dunia usaha dihantam pandemic covid yang menyebabkan terjadinya krisis. Gerakan orang dan kegiatan usaha dibatasi, serta pasar dijaga ketat untuk mencegah kerumunan, sehingga semuanya menjadi sulit. BRI pun sebagai bank terkuat dan terbesar juga merasakan dampaknya. Daerah juga demikian, petumbuhan ekonominya minus.

Dalam rangka recovery, pemerintah meluncurkan berbagai program. Di antaranya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program ini diluncurkan sebagai respon darurat pengendalian pandemi, juga menjadi penopang konsumsi masyarakat dan keberlanjutan dunia usaha.

Selain PEN, pemerintah melalui BRI melanjutkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.

Dalam hal ini, BRI Cabang Sumbawa Besar dengan wilayah kerja Sumbawa dan Sumbawa Barat, menyalurkan KUR sebesar Rp 910 Milyar. Terdiri dari KUR Mikro 800 Milyar, dan KUR Kecil 110 Milyar dengan nasabah mencapai 32 ribu orang. Keberadan KUR ini sangat membantu masyarakat untuk memulihkan dan mengembangkan usaha ekonominya di tengah pandemic.

Baca Juga  Menteri PP-PA RI Luncurkan Gerakan Kepemimpinan Perempuan di NTB

Dengan berbagai program ini, lanjut Azis, pada triwulan ketiga Tahun 2021, ekonomi tumbuh positif. Nasabah BRI Sumbawa bertambah dan simpanan tertinggi tahun 2021 berada di angka Rp 1,280 Triliun.

Dengan kondisi yang baik tersebut, Ia berharap pada Tahun 2022 ini pertumbuhan lebih kencang lagi, semangat jajarannya membara untuk mencapai kinerja luar biasa dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi.

“BRI ingin mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya dan menyalurkan dana sebanyak-banyaknya, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” tandas Azis.

Saat ini ungkap Azis, strategi pembangunan berawal dari desa sebagai wilayah paling kecil. Dalam mendukung ini, BRI telah berkomitmen untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menjangkau yang belum terjangkau dan melayani yang belum terlayani.

Terkait dengan hal itu, Azis menyebutkan beberapa program yang mulai dilaksanakan pada Tahun 2022. Di antaranya revitalisasi Mantri. Jika sebelumnya kerjanya tidak berdasarkan desa binaan, kini harus terfokus satu mantri rata-rata untuk 3 desa.

Kemudian, Pojok Mantri Desa. Seluruh kantor desa dan tempat umum akan dipasang banner atau papan informasi yang dilengkapi dengan foto dan identitas Mantri agar masyarakat desa mendapatkan kemudahan informasi mengenai produk-produk BRI tanpa harus datang ke kantor BRI.

Berikutnya, membentuk kluster usaha, untuk menjembatani kegiatan usaha dan mencegah persaingan yang tidak sehat antar pelaku usaha. BRI memberikan kemudahan akses permodalan, salah satunya melalui Produk Kece (Kredit Cepat). Dari Kece ini, masyarakat tidak perlu ke bank, transaksi dan proses pinjaman dapat dilakukan secara digital dalam waktu yang sangat singkat. Pengembalian Pinjaman Kece ini juga sangat ringan, dapat dilakukan secara harian, mingguan bahkan bulanan dalam jangka waktu 3 bulan.

Untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang bagus terhadap lembaga keuangan formal, BRI menginisiasi pembentukan holding ultra mikro bersama PLN dan Pegadaian. “Komitmen kami adalah sama sama melayani masyarakat dan sama sama memberikan kesejahteraan,” pungkasnya.

Baca Juga  Mendagri Harap Dasan Cermen Mataram Jadi Model Penerapan PPKM Mikro

Di tempat yang sama Syaifullah SE selaku Sekretaris DPMPD Sumbawa menjelaskan tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes ini menurut Epul—sapaan akrabnya, sangat berkorelasi dengan program pembangunan pemerintah yang diawali dari desa. BUMDes sebagai instrumen modal sosial yang diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan desa dengan lingkup perekonomian di luarnya sehingga menjadi penguat ekonomi di pedesaan.

Keberadaan BUMDes dinilai sangat penting karena menjadi salah satu pertimbangan untuk menyalurkan inisiatif masyarakat desa, mengembangkan potensi desa, mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya alam desa, mengoptimalkan sumber daya manusia (warga desa) dalam pengelolaannya.

“BUMDes sebagai penyedia pelayanan publik, mendorong pembangunan ekonomi desa, dan peningkatan kapasitas Pemeriintah desa menuju kemandirian, sangat membutuhkan kolaborasi, salah satunya dengan lembaga perbankan seperti BRI. Karena sampai saat ini masih terdapat 11 desa tertinggal dan sebagian besar desa berkembang, serta 45 desa maju,” bebernya.

Andi Kusmayadi S.Pi., M.Si  selaku Kabid Perindustrian Diskop UKM Perindag Sumbawa, menyampaikan materi berjudul “Yuk, Jadi Pengusaha (yang Benar). Dalam mewujudkan hal ini, tak bisa lepas dari dukungan lembaga perbankan. Karena menjadi pengusaha yang sukses dan benar membutuhkan dukungan dan akses permodalan dari bank. “Tanpa bank, tidak mungkin usaha ekonomi masyarakat naik kelas dari kecil ke menengah, dan menengah ke makro. Ketika pengusahanya ungul maka daerahnya unggul dan bank diuntungkan,” demikian Andi.

Pantauan samawarea, Gathering Ekosistem Desa ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Terpilih sebagai Mantri Dengan Pencapaian Agen Terbanyak adalah Fitra Brahmei (Kantor BRI Unit Alas) pada posisi pertama, disusul Abdullah (Kantor Unit Seketeng) dan Heri Apriadi (Kantor Unit Kota I Sumbawa). Sedangkan Agen BRIlink dengan pencapaian transaksi terbanyak adalah posisi pertama diraih Megawati, disusul Ernawati dan Abdul Haris. (SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.