Polda NTB Asistensi ke Polres Sumbawa Terkait Penanganan Laporan Sri Marjuni  

oleh -533 views

MATARAM–Polda NTB berjanji akan menelusuri progress laporan Sri Marjuni Gaeta alias Putri yang sedang ditangani Polres Sumbawa. Hal ini diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda NTB Kombes Pol. I.G.P.G. Ekawana P., S.I.K., Senin (10/1/2022), dalam menanggapi keluhan

Sri Marjuni Gaeta alias Putri, wanita asal Pulau Sumbawa yang meminta audensi dengan Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto, atas kasus pengerusakan aset miliknya di atas lahan SHM 1180 Samota Kelurahan Brang Biji.

“Kami akan melakukan asistensi ke Polres Sumbawa, sejauhmana penanganan aduan dari Ibu Putri, apakah dilanjut atau sampai dimana. Kalau memang sudah diperiksa semua saksinya dan para pelaku utama perusakan sudah ditemukan, silahkan agar diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, sampai juga siapa yang nyuruh melakukan,” tegasnya.

Kombes Pol. Ekawana selaku Direktur Reskrimsus yang menerima disposisi audensi dari Kapolda NTB mengatakan, terkait kemungkinan adanya beking atau oknum di balik layar yang menyuruh melakukan pengerusakan, nantinya dapat ditemukan dari klarifikasi para pelaku pengerusakan.

“Mungkin dari klarifikasi para pelaku pengrusakan itu akan kita dapatkan nama-nama yang menyuruh yang bersangkutan. Nanti akan kita sampaikan ke Ibu (Putri) perkembangannya,” katanya.

Setelah mendengar informasi dan komitmen Putri yang akan mendatangkan investor untuk berinvestasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di area lahan yang dirusak, Kombes Ekawana dengan tegas mengatakan bahwa Polda NTB dan jajaran harus melindungi dan mengamankan Putri dan asetnya.

Baca Juga  Operasi Patuh Gatarin Berakhir, Pelanggaran Menurun dan Kecelakaan Nihil

“Tidak ada alasan ya, kalau ada investor yang mau masuk, apalagi ini untuk kepentingan masyarakat banyak khususnya masyarakat NTB kita akan selalu amankan. Jadi, kalau kata Ibu Putri tadi akan memasukkan investor, maka kami (Kepolisian, red) harus melindungi Ibu Putri,” tandasnya.

Sementara Putri melalui kuasa hukumnya, Nurdin, SH., MH dari Low Office Sasambo, berharap ada feedback (imbal balik) yang positif hasil dari audensi tersebut. Artinya, ada tindak lanjut proses hukum terhadap para pelaku pengrusakan. “Harapan saya selaku lawyer dan klien kami ini, untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran yang selama ini sangat terzalimi,” ujarnya.

Advokat dengan sapaan akrab Bung Dino itu juga menyampaikan apresiasi atas tanggapan positif Direktur Reskrimsus Polda NTB, yang seakan memberi angin segar terhadap penyelesaian kasus pengrusakan atas hak milik kliennya.

Untuk diketahui, permintaan audensi Putri didampingi kuasa hukumnya itu karena beberapa kali melaporkan kasus pengrusakan aset miliknya ke Polres Sumbawa namun belum ada perkembangan.

“Tahun 2015 sudah dilaporkan terkait pengrusakan pagar tanah milik saya, tapi tidak ada perkembangan dan dirusak lagi. Terakhir tanggal 26 Oktober 2021 saya laporkan lagi setelah terjadi pengrusakan kembali, juga belum ada perkembangan,” tutur Bung Dino.

Ditambahkan Putri, pihaknya melaporkan kasus pengrusakan terhadap aset miliknya itu karena merasa sebagai warga negara yang baik dan taat hukum. Demikian dengan audiensi ini.

Baca Juga  Bangun di Atas Saluran, Perabot Agung Mart Menyalahi IMB

“Saya lapor polisi karena saya warga negara yang taat hukum, tidak ingin ada pertumpahan darah dalam kasus ini, karena walau bagaimana pun saya juga punya keluarga besar. Tapi anehnya, terkesan yang merusak aset saya seakan kebal hukum,” sesalnya. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.