Kadis Suhadi: Tidak Ada Larangan Bagi Siapapun Berjualan di Pasar KSB

oleh -176 views

samawarea.com ( 5/12/2022)

SUMBAWA BARAT–Adanya isu yang beredar pasca penertiban penjualan daging ayam ilegal dan larangan Pemda KSB terhadap pedagang ayam potong dari luar KSB berdagang di Pasar Taliwang, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi. Ia menegaskan, tidak ada yang melarang siapapun berjualan di Pasar Taliwang. Yan dilarang adalah pedagang yang menjual ayam ilegal.

“Kami telah menertibkan pedagang ayam potong ilegal beberapa waktu lalu, namun ada yang menganggap bahwa tindakan yang kami ambil itu tidak adil, karena kebetulan yang melanggar itu adalah masyarakat luar KSB. Ini seolah-olah kami tidak memberikan izin orang luar KSB jualan ayam potong di Pasar Taliwang.  Sekarang saya tegaskan, semua orang bebas berjualan di KSB termasuk penjual ayam potong, tapi penuhi dulu persyaratan yang diatur oleh aturan yang berlaku,” tegas Suhadi.

Ini diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 38 tahun 2019 mengatur tentang Pedoman Pengeluaran Atau Pemasukan Ternak Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Peraturan Daerah Provinsi NTB nomor 4 Tahun 2020 tentang Tata Niaga Ternak. Dalam aturan tersebut menegaskan bahwa setiap pelaku usaha yang memasukkan atau mengeluarkan hewan dan produk ternak ke dalam atau keluar provinsi, dan atau kabupaten kota di dalam Provinsi, harus memiliki izin yang dikeluarkan oleh gubernur.

Persyaratan wajibnya salah satunya harus ada rekomendasi dari pemerintah daerah asal dan daerah tujuan. Ijin ini penting karena masing-masing daerah memiliki kuota sesuai dengan kebutuhan daerah guna mengatur kestabilan harga. Paling penting adalah setiap ternak atau produk hewan yang masuk harus dipastikan Aman Sehat Utuh Halal (ASUH).

Baca Juga  Sakit, Empat JCH Asal Sumbawa "Ditanazzulkan"

“Kalau mereka tidak punya izin tentu kami tidak bisa periksa dan pasti ASUH-nya kita pertanyakan, karena masyarakat yang terkena dampaknya,” imbuhnya.

Untuk yang ditertibkan di pasar, ungkap Suhadi, karena sama sekali tidak berizin. Pihaknya sudah beberapa kali memberikan peringatan namun tidak diindahkan. “Jadi, kami tegas dalam penegakan aturan dia harus pulang membawa barang dagangannya dan itu langkah yang manusiawi menurut saya. Seandainya kami mau, bisa ayamnya kami sita. Tapi ini tidak kami lakukan,” ujarnya.

Ketika mereka ingin berjualan, pihaknya mempersilahkan asalkan mengurus izin atau membeli ayam di pengusaha berizin yang ada di KSB. Karena setiap diberikan izin, pihaknya sudah memastikan kebutuhannya aman sehingga harga ayam juga bisa tetap stabil. “Sekali lagi saya tegaskan tidak ada yang melarang jualan, yang kami larang jualan ayam illegal,” pungkasnya. (HEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.