Diskan KSB Harap Nelayan Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

oleh -36 views

samawarea.com ( 6/12/2021)

SUMBAWA BARAT–Penangkapan ikan secara tidak bertanggung jawab bukan hanya sebatas illegal fihing tetapi juga cara yang merusak atau destructive fishing (DF). Demikian juga terhadap penggunaan alat bantu dalam penangkapan ikan di laut harus selektif.

Jika tidak, maka alat bantu penangkapan ikan atau alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan akan merusak ekosistem perairan seperti terumbu karang dan lainnya serta menimbulkan dampak negatif yang cukup besar. Selain itu, penangkapan dengan cara ini dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis ikan dan karang tertentu.

Ditemui samawarea belum lama ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kepala Bidang Pengelolaan Produk dan Sumberdaya Perikanan (PPSDP), Endang Yunari, S.Pi mengaku belum lama ini menghadiri undangan dari Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk menyaksikan pemusnahan barang bukti, berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemusnahan barang bukti kasus destructif fishing atau penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan yang dilakukan oleh SH dan SP di Perairan Poto Tano.

Dia menuturkan, kasus destructive fishing terjadi sekitar Februari 2021 lalu. Kasus ini terungkap atas peran serta masyarakat melalui Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Gua Lawah, Polisi Khusus (polsus) KSB serta CDK Poto Tano dalam melakukan pengawasan kegiatan penangkapan ikan di wilayah pesisir.

Dalam kasus tersebut Pokmaswas Gualawah berhasil mengamankan 2 orang pelaku SH dan SP serta beberapa barang bukti. Antara lain kompresor, roll selang kompresor, kerang, panah, pengait ikan, joran, pasang sepatu katak, kaca mata selam, jaring serok, vanbelt, jerigen, steroform, lampu malam, botol sunlight, botol pembersih lantai dan dakor.

Baca Juga  Proyek Bintang Bano Mengganggu Aliran PDAM

”Terhadap 2 orang tersebut telah dilakukan penyelidikan dan dikenakan pidana, berdasarkan putusan Nomor 153/Pid.Sus/2021/PN Sbw dan nomor 154/Pid.Sus/2021/PN Sbw, barang bukti telah dimusnahkan pada hari selasa, 2 November 2021 di Kantor kejaksaan Negeri Sumbawa dan barang bukti lainnya berupa, perahu, mesin disel, baling-baling, jangkar dan dayung sudah dikembalikan,” beber Endang.

Ia menambahkan, kegiatan penangkapan ikan secara tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar terhadap kelestarian ekosistem perairan yang ada. Untuk itu pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan melalukan pembinaan terhadap masyarakat agar terus menjaga laut dari ancaman destructive fishing.

“Tindak lanjut dari kegiatan itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat bersama CDK Poto Tano akan meningkatkan pembinaan terhadap Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta melakukan kegiatan patroli rutin bersama WCS, CDK Poto Tano, Polsus, Pomaswas serta unsur Dinas perikanan yang berada di daerah. Pada sesi pasca patroli yang dijadwalkan minggu ini juga akan dilakukan pemutaran vidieo pemusnahan barang bukti bersama masyarakat sekaligus melakukan diskusi interaktif dengan nelayan setempat di lokasi CDK Poto Tano,” demikian Endang. (HEN/SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.