Peringati Harganas di KSB, 523 Anak Stunting di KSB Dapat Bingkisan

oleh -12 views

samawarea.com (29 November 2021)

SUMBAWA BARAT—Program daerah Bariri Nelayan telah memasuki tahun keempat. Program ini cukup membawa dampak yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam hal peningkatan produksi perikanan tangkap, perikanan budidaya dan peningkatan produk olahan hasil perikanan.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Ir. Amin Sudiono, MM melaporkan bahwa peringatan Hari Ikan Nasional ke 8 mengusung tema “Cegah Stunting dengan Gemarikan”. Gemarikan (gemar makan ikan) merupakan gerakan memasyarakatkan makan ikan atau gerakan moral yang memotivasi masyarakat untuk mengonsumsi ikan secara teratur.

Kegiatan ini terselenggara atas bantuan banyak pihak antara lain Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dan OPD yang terlibat dalam Tim Konvergensi Percepatan Penurunan Angka Stunting di KSB. Pada peringatan Harkanas kali ini Dinas Perikanan membagikan 523 godybag berisi paket makanan berbahan baku ikan dan rumput laut.

Ikan menjadi salah satu sumber asupan pangan kaya protein dan omega 3. Karenanya, ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting. Selain itu Gemarikan menjadi langkah strategis untuk mengedukasi sekaligus meningkatkan angka konsumsi ikan (AKI) nasional. Pelaksanaan kegiatan gemarikan di tahun ini adalah dalam rangka konvergensi percepatan penurunan angka stunting, sehingga sasaran kegiatan diberikan kepada 523 anak stunting yag berada pada lokus stunting di KSB.

Sementara Ketua Forikan KSB, Hj. Hanifa Musyafirin, S.Pt mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Dijelaskan, Forikan Kabupaten Sumbawa Barat telah terbentuk sejak Tahun 2008, sebagai akselerasi menyukseskan program Gemarikan.

Baca Juga  Bangun Dermaga, Akses ke Pulau Moyo Digeser ke Saliper Ate 

Forikan merupakan forum kerjasama yang beranggotakan unsur lintas lembaga, lintas sektoral, lintas profesi dan lintas budaya baik dari kalangan pemerintah, swasta maupun masyarakat. Forikan sekaligus berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator gemarikan.

Ia juga memaparkan, angka prevalensi stunting di KSB dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang sangat baik. Angka prevalensi stunting sekarang 14,43, ini menunjukan indikasi yang sangat baik dalam pelaksanaan konvergensi stunting di KSB. “Saya selaku Ketua Forikan KSB sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Gemarikan terlebih tujuan pelaksanaan gemarikan ini adalah bersama sama berupaya menurunkan angka stunting,” imbuhnya.

Sejalan dengan kegiatan konvergensi organisasi, Forikan juga ikut berperan dan memantau perkembangan angka konsumsi ikan di masyarakat. Saat ini angka konsumsi ikan di KSB mencapai 49,33/kapita/tahun.

Untuk meningkatkan konvergensi dan mencapai tujuan organisasi Forikan, rencana kerja Forikan Tahun 2022 antara lain yaitu akan melaksanakan pelantikan Forikan tingkat kabupaten, sosialisasi dan pembentukan Forikan tingkat kecamatan, lomba masak serba ikan, bazaar produk perikanan serta pelatihan pengolahan hasil perikanan.

“Program Gemarikan maupun program penurunan angka stunting keduanya merupakan program nasional dan wajib kita dukung, untuk itu diharapkan seluruh kita yang hadir disini akan mengajak masyarakat untuk mengetahui tingginya kandungan gizi yang terdapat dalam ikan dan menyebarluaskan informasi betapa pentingnya ikan bagi kesehatan,” kata Hj. Hanifa dalam sambutannya di Hanifati Resto, Senin, (29/11/2021).

Baca Juga  Dirjen PKTrans dan Bupati Sumbawa Bahas Pemanfaatan Limbah Jagung

Ia berharap, melalui berbagai kegiatan gemarikan ini akan terbangun kesadaran gizi untuk gemar mengkonsumsi ikan. Keberadaan organisasi forikan di KSB, kiranya mampu menjadi garda terdepan dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat KSB.

“Saya yakin dengan mengkonsumsi ikan dan makanan bergizi setiap hari, kita mampu memerangi covid, mampu mencegah stunting, dan kelak akan lahir generasi cerdas, unggul dan tangguh dalam menghadapi tantangan jaman,” tandasnya.

Sekretaris Daerah, Amar Nurmansyah, ST menjelaskan, masa depan Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya berada di daratan, namun terhampar di laut luas. “Daratan merupakan masa depan daerah kita, Bumi Pariri Lema Bariri, hamparan perairan yang indah itu banyak tersimpan harta kekayaan daerah yang sangat bernilai, salah satunya adalah ikan,” ucap Sekda.

Ia mengaku bangga terhadap KSB yang memiliki luas wilayah daratan dan perairan yang cukup berimbang. KSB salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi perikanan dan rumput laut cukup besar. “Ketika kita mampu mengoptimalkan kegiatan penangkapan dan budidaya maka produksi ikan akan meningkat,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.