Diusulkan Kubu Muchdi PR, Kus: Permohonan PAW Hasanuddin Batal Demi Hukum !

oleh -175 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 November 2021)

Polemik Partai Berkarya tidak memanas di tingkat pusat, melainkan juga sampai ke daerah. Pasalnya, ancaman pergantian antar waktu (PAW) terhadap kadernya di daerah, terus menghantui. Tak terkecuali di Kabupaten Sumbawa. Hasanuddin SE—satu-satunya kader Partai Berkarya yang berhasil meraih kursi di DPRD Sumbawa terancam di-PAW. Bahkan usulan PAW itu telah masuk ke meja Ketua DPRD Sumbawa.

Upaya ini dilakukan Agus Tamarwan SH dan Khairuddin– Ketua dan Sekretaris DPW Partai Berkarya NTB kubu Muchdi PR. Nantinya Hasanuddin akan digantikan M Tayeb Rambo. Sementara Hasanuddin SE merupakan kubu Syamsu Djalal yang saat ini menjabat sebagai Ketua Mahkamah sekaligus Plt. Ketua Umum Partai Berkarya. Upaya kubu Muchdi PR untuk menyingkirkan Hasanuddin masih perlu kerja keras.

Ketua DPD Berkarya Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin SE melalui kuasa hukumnya, Kusnaini SH dan Mulyawansyah SH dalam jumpa persnya, Senin (23/11), menegaskan bahwa usulan PAW terhadap kliennya sulit dilakukan karena diusulkan oleh bukan lagi pengurus Partai Berkarya. Pasalnya, Muchdi PR sudah tidak lagi menjabat Ketua Umum Partai Berkarya setelah dipecat atau dilakukan pemberhentian secara tetap oleh Mahkamah Partai Berkarya.

Putusan ini nomor 004.MP/Pts-PIP/PBK/VI/2021 tanggal 7 Juni 2021. Terhadap putusan Mahkamah Partai ini, Muchdi PR tidak melakukan perlawanan hukum sehingga putusan tersebut bersifat final dan mengikat. Dengan putusan ini tentunya kepengurusan Muchdi PR hingga jajarannya sampai ke tingkat bawah adalah illegal.

Baca Juga  Peras Konsumen, 4 Dept Collector Dicokok

Sebab Mahkamah Partai telah menunjuk Mayjend TNI (Purn) Dr. Syamsu Djalal SH MH sebagai Ketua Umum Pelaksana Tugas DPP Partai Berkarya. Dan kepengurusan Partai Berkarya saat ini yang diakui oleh Kemenkum HAM adalah berdasarkan SK nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020.

Dengan kepemimpinan Syamsu Djalal maka terbentuklah pengurus di tingkat provinsi seluruh Indonesia termasuk NTB dengan menunjuk Ketua DPW Abdul Sarif dan Sekretaris, Bambang Kholid, serta Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin SE.

“Berdasarkan SK yang berlaku sekarang, Syamsu Djalal menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan dan Ketua Mahkamah Partai DPP Partai Berkarya. Jadi, segala proses administrasi kepengurusan sebelumnya dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku lagi sehingga segala bentuk surat menyurat yang dikeluarkan tidak sah dan batal demi hukum. Termasuk juga surat permohonan PAW yang dilakukan oleh Agus Tamarwan SH dan Khairuddin,” tegas Kus—sapaan akrab lawyer muda yang pernah satu tim dengan Prof Dr. Yusril Ihza Mahendra ketika membela pasangan Mo—Novi pada sengketa Pilkada Sumbawa.

Terlebih lagi usulan PAW terhadap Hasanuddin telah ditolak DPRD Sumbawa yang memberikan jawaban menunggu putusan yang berkekuatan hukum tetap dari pengadilan. Sebab pihaknya selaku kuasa hukum Hasanuddin telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sumbawa. Mengingat langkah yang dilakukan Agus Tamarwan dan Khairuddin adalah perbuatan melawan hukum dan merugikan kliennya. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.