Kades Gontar Baru Jadi Koordinator Program Kartu Prakerja Pulau Sumbawa

oleh -224 views

Sumbawa Dapat Jatah 25 Ribu Jiwa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 November 2021)

Program Kartu Prakerja menjadi salah satu program semi bansos dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 untuk meningkatkan skill-nya dan membantu kehidupannya. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak negatif pandemi saat ini.

Di antaranya terkena PHK atau pelaku UMKM yang omzetnya menurut akibat diadakannya PPKM. Selain mendapatkan tambahan skill dari pelatihan, insentif Kartu Prakerja dapat digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Program ini diluncurkan di semua wilayah, termasuk Kabupaten Sumbawa. Untuk Kabupaten Sumbawa mendapat jatah program ini sebanyak 25 ribu jiwa. Guna kelancaran dan suksesnya program ini di Kabupaten Sumbawa, Arifin yang merupakan Kades Gontar Baru Kecamatan Alas diberikan mandat sebagai Koordinator untuk Pulau Sumbawa.

Kepada samawarea.com, Minggu (21/11), Kades Arifin mengakui adanya mandat tersebut. Mandat ini diberikan oleh Lembaga Pelatihan Kita Kompeten yang merupakan mitra resmi penyelenggara pelatihan program kartu prakerja. Dalam mandat yang ditandatangani Aris Eka Bayu S., selaku Chief Executive Officer Kita Kompeten, memintanya untuk mensosialisasikan program kartu prakerja bersama dengan pemerintah daerah.

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Baca Juga  Sukses Pulihkan NTB Pasca Gempa, Ini Kata Gubernur NTB

Arifin menyatakan siap melaksanakan mandat tersebut. Sebagai langkah awal pada tahap pertama anggaran Tahun 2022, sosialisasi diawali di Zona Barat (Alas Barat, Alas, Buer, Utan dan Rhee). Sosialisasi tersebut telah dilaksanakan, Rabu, 17 November kemarin.  Kegiatan yang dibuka langsung oleh Camat Alas Barat ini dihadiri para kepala desa, Sekdes, Karang Taruna, LPM, Toga dan Toma se-Zona Barat. Setelah Zona Barat terkafer, baru beranjak ke zona berikutnya.

Karena itu Arifin meminta masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan yang ada sebagai solusi dalam mengatasi persoalan yang muncul di masa pandemic ini. “Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ungkap Arifin, bahwa selama 2021 (batch 12-21), penerima Kartu Prakerja mencapai 5.910.462 orang. 94% atau 5.561.504 orang telah menyelesaikan pelatihan, kemudian 91% atau 5.397.784 orang telah mendapatkan insentif.

Total insentif yang telah disalurkan tahun 2021 sampai batch 21 adalah Rp 9,52 triliun. Total pendaftaran sejak awal Kartu Prakerja dibuka hingga 12 Oktober 2021 adalah sekitar 75 juta orang dan total penerima sekitar 11 juta orang, dari 34 Provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Disebutkannya, Provinsi NTB adalah Provinsi ke-17 dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak se-Indonesia, dan provinsi dengan Penerima terbanyak ke-2 di Kawasan Timur Indonesia. Sementara, Kabupaten Lombok Tengah adalah kabupaten/kota dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak ke-1 di Provinsi NTB. Dan, Kota Mataram adalah Kabupaten/Kota ke-4 dengan jumlah penerima terbanyak Kartu Prakerja di Provinsi NTB. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.