Kantongi Sertifikat SNI, Garam Tsamora dan MJ Siap Bersaing di Pasar Nasional

oleh -49 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20 November 2021)

Garam Sumbawa yakni Tsamora dan MJ siap memasuki pasar. Hal ini setelah dua produk garam dari Pengolahan Garam Sentra IKM Kecamatan Tarano, dan IKM Kecamatan Utan 1, menjalani Uji Standard Nasional Indonesia (SNI). “Tsamora dan MJ telah menjalani uji SNI Garam Konsumsi Beryodium pada 15-18 November 2021.

Pengujian SNI itu dilaksanakan oleh Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, Kementerian Perindustrian RI. Tiga Auditor BBTPPI Semarang berada di Sumbawa selama 4 hari, melakukan observasi, uji petik produk garam, dan wawancara langsung di dua lokasi berbeda. Tarano dan Utan,” kata Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Riki Trisnadi SE., M.Si, kepada samawarea.com, belum lama ini

Dikatakan Riki—sapaan akrab kadis low profil ini, Uji SNI terhadap garam Tsamora dan MJ adalah “landasan pacu” untuk masuk ke pasar yang lebih luas. “Dengan sertifikasi SNI pada komoditas garam konsumsi yang kita miliki, maka kita akan punya modal untuk bersaing dengan merk garam konsumsi lainnya yang berasal dari luar daerah. Pada waktu yang sama, kita akan memberikan jaminan keamanan dan kelayakan bagi konsumen. Kita bersiap masuki persaingan pasar,” ujarnya di sela-sela persiapan Expo WSBK Mandalika.

SNI adalah standard yang diterapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dan berlaku secara nasional, dan garam konsumsi adalah produk wajib ber-SNI. “Uji SNI terhadap 2 produk garam konsumsi tersebut meliputi uji aspek produksi, mutu produk, manajemen dan administrasi yang selanjutnya akan dipantau konsistensi penerapan mutu dan SOP setiap tahunnya,” tambah Riki.

Baca Juga  PDPGR Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan di Desa Tapir Seteluk

Tsamora adalah merk dagang milik Pabrik Pengolahan Garam di Sentra IKM Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano yang dibangun melalui Dana DAK Tahun 2020 dengan pengelolaannya di bawah Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa. Pabrik ini beroperasi berkolaborasi dengan Universitas Samawa (UNSA).

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa. Kemudian Koperasi Tegar Sejahtera, dan Gapoktan Desa Labuhan Bontong. Sedangkan, Merk MJ adalah milik IKM Koperasi Anak Nelayan Bajo yang sudah 3 tahun didampingi oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Samawa.

Menurut Riki, sebelumnya, sudah ada 2 merk dagang yang sudah ber-SNI. Garam Konsumsi Beryodium Merk Lato Let, Desa Labuhan Kuris, difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Merk Delsi, Desa Pernek, Moyo Hulu yang difasilitasi melalui APBD Kabupaten Sumbawa Tahun 2020.

Sementara itu, merk Tsamora dan MJ difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian RI pada Tahun ini. Ke depan, Dengan bertambahnya 2 merk dagang yang telah melalui uji SNI, tercatat 4 merk dagang ber-SNI di Kabupaten Sumbawa.

“Ini cukup menggembirakan, apalagi pabrik pengolahan garam kinerjanya terus ditingkatkan guna melayani IKM, dan para petambak garam untuk meningkatkan mutu garam bahan baku, sehingga kami optimis menargetkan untuk memproduksi garam industri. Tapi itu bisa terwujud jika terjadi kolaborasi yang baik antar pihak yang berkepentingan, termasuk para pengusaha dan insan pers,” tandasnya.

Baca Juga  Puluhan Pemuda Pencari Kerja Desa Banete Blokir Get Benete

Industri pengolahan garam dengan orientasi pada garam industri dan garam konsumsi lanjut Riki, menjadi perhatian serius Pemda Sumbawa dalam dua tahun terakhir ini. Dimulai dengan pembangunan pabrik pengolahan garam di Kecamatan Tarano melalui DAK tahun 2020, penyusunan roadmap industrialisasi garam kerja sama dengan UPN Yogyakarta. Pendampingan masyarakat kerja sama dengan Universitas Samawa, dan standardisasi produk melalui kemitraan dengan pemerintah pusat. Setelah SNI, kemudian izin edar BPOM. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.