Meriahkan Munit Adat, FM2P Keliling Kampung Mengarak Baku Raksasa

oleh -27 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 Oktober 2021)

Festival Samawa Malanti Budaya (Samba) di Kecamatan Plampang kembali digelar, kemarin. Kegiatan yang mengangkat seni dan budaya masyarakat setempat ini, rutin dilaksanakan setiap tahun. Kali ini dirangkaikan dengan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui pergelaran Munit Adat.

Kegiatan yang dilaksanakan Forum Muda Mudi Pamunga (FM2P) bersama gabungan masyarakat 3 dusun, yakni Dusun Pamunga, Dusun Geratak dan Dusun Olat Rora, Desa Usar, Kecamatan Plampang ini dihadiri Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag. Munit Adat yang dipusatkan di Masjid Al-Furqan Dusun Pamunga ini berlangsung cukup meriah.

Sebelum Munit Adat dimulai, FM2P mengarak baku raksasa berisikan hasil bumi beraneka macam buah kayu dan isi kayu. Baku itu diarak keliling kampung dengan iringan shalawat nabi yang diikuti ratusan baku masyarakat menuju Masjid Al-Furqan Pamunga.

Ketua Panitia Munit Adat, Satria Ependi yang juga Ketua FM2P menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkonstribusi dalam menyukseskan kegiatan ini terutama generasi muda, masyarakat tiga dusun. Kegiatan yang sangat menarik, menyenangkan, dan menggembirakan sekaligus bermanfaat ini ungkap Satria, sebagai salah satu ikhtiar bersama dalam menggairahkan generasi muda memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Selain itu berbudaya dalam mengasah daya cipta, rasa dan karsa, serta menggeliatkan diri berkreasi menghiasi baku maulid dengan berbagai bentuk dan corak.

Baca Juga  Masterpiece Tegaskan Lukisan Nyoman Gunarsa yang Dilelang, Asli

Sementara Pembina FM2P, Burhanuddin yang juga Ketua Komunitas Pecinta Alam Plampang (Petang)  mengatakan, munit adat ini sebagai ekspresi kesyukuran dan kebahagiaan yang telah mentradisi di tengah-tengah masyarakat dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. 0

Ia mengajak untuk terus berikhtiar bersama dalam melestarikan tradisi daerah di tengah derasnya arus globalisasi. “Begitu pentingnya Kebudayaan dalam memperkokoh identitas kita sebagai umat yang cinta pada Rasulnya karena realitas dan berbagai fenomena dewasa ini, menunjukkan krisis identitas telah menyebabkan sebagian besar generasi muda mengekor pada budaya asing. Ini menjadi penyebab kita kehilangan martabat dan kharisma sebagai masyarakat yang beradab sehingga kita seakan-akan telah kehilangan keunikan dan nilai-nilai kearifan lokal,” tukasnya.

Padahal sesungguhnya, lanjut Bur, kultur budaya Tau Samawa sangat beradab dan begitu kental dengan nilai-nilai ke-Islaman yaitu adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko kitabullah. Selain itu memiliki falsafah hidup, taket ko nane, kangila boat lenge. “Nilai-nilai luhur yang tersirat di dalam falsafah itu seharusnya dapat menjadi pedoman dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat,” imbuhnya.

Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag dalam ceramahnya mengajak segenap jamaah maulid untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. Menurut Ustadz Syukri, kerusakan ahlak, harkat dan martabat generasi muda akibat hal-hal buruk seperti mabuk-mabukan, narkoba dan perjudian.

Dea Guru Syukri juga mengatakan bahwa tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di hampir semua masyarakat muslim di seluruh dunia merupakan tradisi kuat yang dimiliki kaum muslim. Dari peringatan Maulid Nabi ini akan memperkokoh keimanan kepada Allah dan Rasul SAW.

Baca Juga  Rekalkulasi Bunga Kredit BRI Dinilai Mengada-ada

Kemudian, menanamkan kecintaan pada diri generasi muda kepada Nabi SAW, dan melahirkan ketaatan kepada Allah dan Rasulullah dengan mengikuti Sunnahnya. Sehingga suri tauladan kehidupan (uswah hasanah) Muhammad SAW dapat diserap dalam pikiran dan perilaku mereka.

Menurutnya, momentum maulid Nabi ini diselenggarakan bukan hanya seremonial namun lebih penting lagi memaknainya, terutama mencontoh akhlak Rosulullah, menerapkan dan melestarikannya. (BUR/SR)

seleksi Amman Mineral Amman Mineral Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.