Bandar Narkoba Dibekuk, Temukan 975 Butir Ekstasi dan Shabu 6,29 Gram

oleh -342 views

LOMBOK UTARA, samawarea.com (27 Oktober 2021)

Bandar ekstasi berinisial RBS alias Rully (41) dibekuk Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Utara, kemarin. Dari penangkapan bandar asal Karang Jangkong, Kota Mataram, tim menyita 975 butir pil ekstasi.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Feri Jaya Satriansyah SH melalui Kasat Narkoba, IPTU Surya Irawan, SH menyebutkan, ditemukannya 975 butir diduga pil ekstasi ini, berawal dari ditangkapnya AA alias Agus (27) warga Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

“Agus ditangkap di area parkiran Pelabuhan Teluk Nara di Dusun Teluk Nara, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Ia ditangkap bersama barang bukti berupa 5 butir diduga ekstasi berlambang ”gorila” warna coklat muda,” beber Surya.

Dari pengakuan Agus, ia mendapatkan pil tersebut dari seseorang berinisial DR untuk dijual kembali. “Kini DR masih dalam pengejaran kami,” kata Surya.

Hasil pengembangan, ternyata asal pil milik Agus, diperoleh dari RBS alias Rully. “Kami berhasil menangkap Rully di sebuah villa di kawasan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Setelah dilakukan penggeledahan di kamarnya, ditemukan satu klip plastik dibungkus tisu berisi 42 butir pil diduga ekstasi, yang ia letakkan dalam laci, beserta uang tunai sebesar Rp 3.417.000,” beber Surya.

Rumah Rully di Karang Jangkong, Kota Mataram pun turut digeledah oleh Tim Sat Narkoba. Dari dalam kamarnya, ditemukan satu buah tas jinjing warna biru, berisi dua buah kotak HP.

Baca Juga  Hutan Sumbawa Dijarah, Bupati Marah Besar

“Satu kotak HP Realme berisi 497 butir dan satu kotak HP Maxtron berisi 436 butir, yang semuanya diduga pil ekstasi, serta satu bungkus plastik berisi 6 klip kristal yang diduga sabu seberat bruto 6,29 gram, jadi total pil yang kami amankan keseluruhan adalah 975 butir,” jelasnya.

Kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan ke ruang Sat Resnarkoba Polres Lombok Utara untuk dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut secara intensif.

“Keduanya dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya seumur hidup dan denda sebanyak-banyaknya 10 miliyar,” tandasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.