Dari Tangisan, Penjaga Makam Temukan Bayi di Batu Nisan

oleh -503 views

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (26 Oktober 2021)

Warga Dusun Tomang Omang, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, geger. Pasalnya seorang bayi laki-laki yang masih berdarah ditemukan di Areal Pemakaman Ketapak, dusun setempat, Senin (25/10) sore pukul 16.00 Wita. Bayi dengan jenis kelamin laki-laki ini dalam kondisi sehat dan normal, dengan tali pusar masih menempel. Diperkirakan bayi ini sudah berumur 3-5 hari.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, SH., SIK., MH, melalui Kapolsek Praya Barat, AKP Heri Indarto SH, menuturkan, bayi ini pertama kali ditemukan oleh Sahar alias Amaq Rohimah—penjaga sekaligus marbot makam setempat. Saat itu saksi yang sedang menyapu areal makam mendengar suara seperti anak kucing menangis.

Saksi pun penasaran lalu mencari sumber suara itu. Ketika mendekat, saksi terperanjat melihat sosok bayi tidak berpakaian diletakkan di bawah nisan dengan posisi melintang. Di atas kepalanya ditemukan 2 helai kain yang ada bercak darah. Selanjutnya saksi mengambil dan membungkus bayi itu dengan kain tersebut lalu dibawa pulang dengan cara digendong ke rumahnya.

Di tengah jalan dia dicegat yang curiga dengan bayi yang digendongnya. Saksi hanya menjawab bahw abayi itu ditemukan di makam. Warga menyarankan saksi melapor ke kepala dusun. Setelah itu membawa bayi tersebut ke Polindes untuk dirawat oleh Bidan Desa. Penanganan selanjutnya, bayi dibawa menggunakan mobil ambulance ke Puskesmas Mangkung agar mendapat perawatan lebih intensif.

Baca Juga  APLS Resmi Lapor Jaksa Soal Dugaan Penyimpangan BBM Bersubsidi

Terkait adanya penemuan itu, Kapolsek Heri Indarto mengaku telah memeriksa saksi yang menemukan dan Kadus Tomang Omang. Penyelidikan pun masih berlangsung untuk menemukan pelaku yang telah membuang bayi tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Unit PPA Reskrim Polres Lombok Tengah untuk proses selanjutnya,” demikian Kapolsek. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.