Petani Tatebal Lenangguar Minta DPRD Pejuangkan Pembangunan Jaringan Irigasi

oleh -10 views

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Oktober 2021)

Masyarakat Dusun Rate, Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Karenanya keluhan yang disampaikan selalu berkaitan dengan sektor pertanian. Persoalan klasik yang dialami petani setempat di antaranya terbatasnya alokasi pupuk, pengadaan bibit jagung yang tidak sesuai dengan permintaan, meminta dibangunnya jaringan irigasi agar setiap tahun bisa panen lebih dari sekali.

Hal lainnya, perbaikan jalan usaha tani guna mobilisasi hasil pertanian. Tak hanya itu petani setempat mengeluhkan kurangnya tenaga teknis (PPL) pertanian di lapangan.

Semua persoalan ini disampaikan para petani Rate Desa Tatebal ketika Muhammad Yasin Musamma—Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Demokrat datang menemui mereka melalui kegiatan reses, belum lama ini.

Terhadap aspirasi ini, Yasin Musamma menyatakan akan memperjuangkannya dan siap sharing anggaran dengan leading sektor terkait. Ia berkomitmen untuk mendorong agar pembangunan pertanian di Desa Tatebal terus berlanjut. Menurutnya banyak program sektor pertanian yang bisa diupayakan baik di kabupaten, propinsi, maupun pusat.

“Kami akan bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat. Semua aspirasi masyarakat akan direalisasikan secara bertahap dan skala prioritas yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tandasnya.

Sementara Camat Lenangguar Syahruddin S.Sos mengapresiasi kehadiran anggota DPRD dari Dapil II tersebut yang memberikan perhatian dan membantu mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Ia berharap masyarakatnya dapat memanfaatkan secara maksimal keberadaan wakil rakyat tersebut.

Baca Juga  KKN UTS Jadikan Desa Simu Sentra Produksi Pengolahan Ikan Mujair

Ia mengakui bahwa banyak persoalan pertanian di Kecamatan Lenangguar terutama kurangnya tenaga PPL. Sebab luas wilayah pertanian di desa ini tidak sebanding dengan jumlah PPL. Terkait dengan kekurangan alokasi pupuk, Bang Lut—sapaan Camat meminta anggota DPRD tersebut untuk menfasilitasi masyarakat mengikuti pelatihan khusus untuk pembuatan pupuk organic. Ini sebagai alternative dalam menyikapi alokasi pupuk dari pemerintah. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.