Pedagang Diminta Kosongkan Taman Mande, Taman Genang Genis Tunggu Giliran

oleh -1.821 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Oktober 2021)

Taman Kota Simpang Jembatan Brang Biji (Kampung Mande), kini telah berubah menjadi pusat pedagang kaki lima. Estetika dan fungsi sebagai taman seketika hilang. Keberadaan pedagang kaki lima ini membuat kondisi setempat kumuh.

Selain itu terlihat kotor karena banyaknya sampah batok kelapa yang dibuang sembarangan di bantaran sungai. Pemandangan itu sempat mendapat perhatian Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany M.Pd yang kebetulan blusukan melewati taman tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, Kadis Lingkungan Hidup, Ir. Syafruddin Nur dan Kasat Pol PP Sumbawa, H. Sahabuddin S.Sos., M.Si bersama pasukannya turun ke lokasi untuk memberikan peringatan kepada para pedagang agar membongkar secara mandiri dagangannya, Senin (25/10). Sebab keberadaan dan aktivitas mereka tanpa mengantongi izin.

“Para pedagang ini membangun lapak semaunya, tidak ada izin dan beraktivitas tanpa aturan. Bahkan mereka mendirikan bangunan permanen. Akibatnya fungsi taman hilang dan nilai-nilai estetika sebagai taman sudah tidak ada,” kata Kadis LH, Syafruddin Nur.

Pihaknya bersama Satpol PP, ungkap Syaf—sapaan mantan Kadis Pangan ini, telah memberikan deadline waktu kepada para pedagang untuk mengosongkan lokasi tersebut selama satu minggu terhitung sejak 25 Oktober. Jika masih membandel, petugas akan turun tangan melakukan tindakan pembongkaran paksa.

Terkait dengan kelanjutan aktivitas para pedagang pasca pembongkaran, Syaf mengatakan akan dibicarakan lebih lanjut. Kemungkinan berdagang di taman itu bisa dilanjutkan dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

Baca Juga  Seorang Nenek Dirampok “Ninja”

“Misalnya, bangunan tidak permanen dengan cara berjualan menggunakan rombong, serta jumlah pedagang dibatasi. Ini nanti kita koordinasikan dengan Dinas Perindag,” imbuhnya.

Bukan hanya Taman Mande, Syaf menegaskan taman-taman kota lainnya juga akan ditertibkan jika melanggar. Seperti di Taman Genang Genis (TGG). Pihaknya telah turun ke lokasi dan menemukan ada bangunan atau tempat berdagang tanpa izin.

“Ada beberapa lapak yang dibangun dinas terkait. Ternyata ada yang dibangun secara mandiri oleh pedagang. Yang dibangun secara mandiri inilah yang akan kami tertibkan,” pungkasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.