TNI-Polri Gagalkan Penyelundupan Satu Ton Daging Ayam Beku ke Sumbawa

oleh -126 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Oktober 2021)

Sebanyak satu ton daging ayam beku tanpa dokumen diamankan aparat gabungan TNI-Polri di Terminal Sumber Payung, Kecamatan Badas, Sumbawa, Sabtu (23/10) malam pukul 20.00 Wita.

Penyelundupan daging ayam beku ini terungkap saat dilakukan pemindahan daging ayam beku itu dari bus ke mobil penerima barang. Langsung saja timgab mengamankan daging ayam yang dikemas dalam 41 karung tersebut.

Kapolres Sumbawa, AKBP Esty Setyo Nugroho, S.IK. melalui Kapolsek Labuan Badas, IPDA Degues Pandu Pandada, S.Tr.K., Sabtu (23/10) mengatakan dari informasi sopir bus, daging ayam beku ini dikirim dari Lombok dan hendak dijual di Sumbawa.

“Kita bersama teman teman TNI dari Kodim 1607, sudah mendapat informasi dari masyarakat. Bahkan tim dari Kodim 1607 sudah membuntuti bus tersebut dari wilayah Kecamatan Alas,” kata Pandu, akrab mantan KBO Narkoba Polres Sumbawa ini.

Dari informasi itu, tim kemudian menuju Terminal Sumer Payung dan menemukan daging ayam beku ini sedang diturunkan dari bus.

Ia mengakui, sebanyak 1,025 ton daging ayam beku ini diangkut tanpa dilengkapi surat-surat resmi. Untuk penanganan lebih lanjut, Timgab menyerahkannya ke petugas dari Dinas Peternakan dan Satpol PP Sumbawa serta Stasiun Karantina Pertanian Sumbawa Besar.

Kepala Urusan Tehnis Karantina Pertanian Sumbawa Besar, Dwi Rachmanto, mengatakan dari hasil pemeriksaan bersama aparat gabungan, 1 ton daging ayam beku ini tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. “Saat dicek bersama rekan dari Dinas Peternakan, Pol PP, kepolisian dan TNI, ternyata daging ayam beku tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi,” katanya.

Baca Juga  Ngojek, Motor Digelapkan Penumpang

Di antaranya tidak disertai Rekomendasi Pemasukan dari Dinas Peternakan daerah tujuan dan Surat Keterangan Kesehatan Bahan Asal Hewan (SKKBAH) dari Dinas Peternakan daerah asal.

Selain itu tidak dilaporkan dan diserahkan kepada pihak karantina di tempat pengeluaran (Pelabuhan Kayangan) dan juga di tempat pemasukan (Pelabuhan Pototano) guna memastikan atau menjamin kesehatan dari daging yang akan dilalulintaskan bebas dari hama penyakit hewan atau HPHK sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat. Ini dibuktikan dengan diterbitkannya Sertifikat Karantina dari pelabuhan asal dan sertifikat pelepasan di pelabuhan tujuan.

Berdasarkan pasal 35 Undang Undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, bahwa untuk melalulintaskan masuk/keluar hewan, tumbuhan dan produk turunannya dari suatu area ke area lainnya di dalam wilayah NKRI termasuk ke Pulau Sumbawa.

Semua komoditas tumbuhan, hewan maupun produk turunan harus dilengkapi dokumen karantina yang sah, melalui tempat pemasukan/pengeluaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindak karantina, pengawasan dan/atau pengendalian. “Hal ini dilakukan untuk menjaga agar hama penyakit hewan karantina (HPHK) tidak masuk dan tersebar dari suatu area ke area lain di dalam wilayah NKRI,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Dwi, saat ini pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Satpol PP Sumbawa mengamankan barang bukti tersebut di salah satu cold storage dan akan diproses lebih lanjut bahkan terhadap daging yang telah membusuk akan dimusnahkan.

Baca Juga  Tak Pakai Masker, 58 Orang Langsung Dirapid Antigen

“Ini untuk memberikan efek jera bagi oknum oknum yang suka mengirim daging ayam tanpa dokumen yang sah menurut aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.