Baru Kenal dan Pacaran, Tidak Pulang, Ngaku Disetubuhi

oleh -1.399 views
AIPTU Arifin Setioko, S.Sos, Kanit PPA Reskrim Polres Sumbawa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 Oktober 2021)

S—seorang gadis remaja berusia 15 tahun dan keluarganya terpaksa mengambil langkah hukum dengan mempolisikan D (16) pacarnya, atas dugaan persetubuhan anak di bawah umur.

Untuk membuktikan laporan itu, saat ini penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa tengah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk visum et repertum.

Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, STK yang dikonfirmasi melalui Kanit PPA, Arifin Setioko S.Sos, Selasa (19/10) membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Dalam laporan serta keterangan korban dan terduga, terungkap kronologis kejadian. Berawal dari kedua remaja ini berkenalan via chatting lalu janjian untuk bertemu.

Sabtu pagi , 2 Oktober lalu pukul 07.00 Wita, D menjemput S di depan sekolah wilayah Kecamatan Alas. Kemudian keduanya berboncengan sepeda motor dan tiba di Dermaga Labuan Alas. Keduanya menikmati panorama pantai hingga pukul 11.00 Wita. Setelah itu, D  mengantar S pulang di Alas Barat. Namun D berjanji akan kembali menjemput S untuk malam mingguan.

Benar saja, sekitar pukul 19.30 Wita, D menjemput S yang baru saja dipacarinya ini. Keduanya pun jalan-jalan di Taman Alas dan duduk di sana hingga pukul 23.00 Wita. Meski sudah larut malam, D mengantar S pulang. Tapi D menurunkan S di sebuah lapangan kampung sedikit agak jauh dari rumah S.

Ketika berjalan kaki menuju rumah, S ditegur tetangganya menanyakan soal kepulangannya selarut itu. Bahkan tetangganya mengatakan jika S bakal dimarahi neneknya. Karena takut, S kembali menghubungi pacarnya, D, agar menjemputnya. Singkatnya, D datang lalu membawa S pergi dan menginap di wilayah Kecamatan Utan.

Baca Juga  Diduga Cinta Ditolak, Perawat RSMA Dipecat

Esok harinya hingga menjelang sore, S masih bersama D di Utan. Sementara ayah dan paman S mencari keberadaan S. Melalui rekan S, ayah dan pamannya dapat mengetahui keberadaan S yang kemudian dijemput di Utan. Tentu saja ayahnya curiga karena sehari semalam anaknya (S) dibawa oleh D. Untuk itu keluarga S langsung melaporkan D ke polisi.

Dalam pemeriksaan, S mengaku selama bersama D, keduanya sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Pengakuan S ini dibantah D, yang mengaku hanya mencium S. “D dan S adalah anak di bawah umur. Sementara ini D sudah diamankan di Polsek untuk proses lebih lanjut,” jelas Arifin. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.