Wakil Bupati Halmahera Belajar Tambang ke KSB

oleh -63 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (27 September 2021)

Wakil Bupati Halmahera, Muchlis Tapi Tapi berkunjung ke Kabupaten Sumbawa Barat. Kedatangan orang nomor dua di Halmahera ini untuk belajar mengenai tambang, dan bagaimana kontribusi tambang terhadap pembangunan di Sumbawa Barat.

“Kami datang untuk belajar mengenai tambang ke Sumbawa Barat karena kita tau bahwa KSB merupakan tempat tambang terbesar kedua di dunia yang mengelola tembaga, emas dan lainnya. Kami juga ingin mengetahui konstribusi tambang terhadap pembangunan di Sumbawa Barat,” katanya mengemukakan alasan kunjungannya, belum lama ini.

Menurutnya, KSB memiliki karakteristik yang sama dengan Halmahera yaitu daerah perbukitan, dan umur kabupaten juga sama, yaitu 18 tahun. Perusahaan tambang yang beroperasi di Halmahera pun milik Indotan, yang juga memiliki konsensi di wilayah KSB.

“Kita bisa saling sharing juga mengenai Indotan. Banyak hal yang sudah dipaparkan oleh Pemda KSB dan kami juga melakukan kunjungan lapangan, banyak yang kami bisa bawa pulang terutama mengenai pendapatan lewat sektor tambang,” ujarnya.

Disebutkan Muchlis, dari paparan pendapatan daerah melalui pengolahan tambang di KSB khusus PT. AMNT mencapai ratusan milyar rupiah. Angka yang bagus dibandingkan dengan di Halmahera. Sampai saat ini kontribusi PAD untuk Kabupaten dari PT. Indotan hanya berkisar Rp 90 milyar per tahunnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Sayfuddin ST saat acara ramah tamah di kediamannya bersama rombongan Wakil Bupati Halmahera, mengatakan, bahwa diskusi yang dilakukan dua daerah ini membahas pola yang diterapkan oleh prusahaan tambang.

Baca Juga  Lestarikan Budaya, Pamunga Suguhkan Tradisi Barapan Ayam

Dari diskusi ini terungkap, ternyata di Halmahera lebih enak sedikit mereka dengan Indotannya dibandingkan KSB dengan PT. AMNT. “Ini fakta di lapangan. Kalau dulu zamannya Newmont kita semua nyaman dengan pola yang diterapkan, baik untuk karyawan, masyarakat, dan pemerintah,” bebernya.

Diakui Bang Fud—sapaan Wabup, KSB merupakan daerah perbukitan. Dan semua semua bukit di KSB mengandung emas, dengan deposit yang beragam. Yang menguasai konsensi di Sumbawa Barat yaitu PT. AMNT dan PT. Indotan. Namun PT. Indotan masih belum produksi atau membangun konstruksi, meski sudah ekplorasi di beberapa titik.

“Bukti tempat kami berlimpah emas, bahwa banyak yang dulunya petani yang pendapatanya pas pasan, beralih menjadi penambang emas walaupun ilegal tapi penghasilannya mampu mengurangi angka kemiskinan yang sangat signifikan di Sumbawa Barat. Memang salah tapi masyarakat di masa pandemi seperti ruang gerak untuk mencari nafkahnya terbatas,” ungkap Bang Fud.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mencoba mencari solusi agar mereka tidak ilegal dalam menambang dengan mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR). Namun sekarang kewenangan sudah tidak di daerah melainkan Provinsi dan pusat. “”Kami hanya memberikan rekomendari 5 wilayah tempat mereka melakukan penambangan yang dampak lingkungannya bisa kita minimalisir,” pungkasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.