Kejati NTB Tetapkan 12 Tersangka Tiga Kasus Korupsi, Dirut RSUD KLU Jadi Tersangka di Dua Kasus

oleh -173 views
Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB,, Dedi Irawan SH., MH

MATARAM, samawarea.com (23 September 2021)

Kejaksaan Tinggi NTB menetapkan 12 tersangka kasus korupsi dari 3 perkara korupsi yang telah ditingkatkan pada tahap penyidikan pertengahan tahun ini. Penandatanganan Surat Perintah Penetapan Tersangka tersebut dilakukan Kajati NTB, Tomo SH, Rabu (22 September 2021) setelah Tim Penyidik Pidsus Kejati NTB melakukan ekspose perkara di hadapan unsur pimpinan Kejaksaan Tinggi NTB, sehari sebelumnya.

Kajati NTB melalui Kasi Penkum dan Humas, Dedi Irawan SH., MH dalam keterangan persnya, menyebutkan, ketiga perkara tersebut adalah Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Rehabilitasi Gedung Asrama Haji Tahun Anggaran 2019 dengan hasil perhitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.651.636.702.

Kemudian dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU pada RSUD Lombok Utara Tahun 2019 dengan perhitungan kerugian keuangan negara Rp  1.757.522.230,33. Selanjutnya, dugaan Penyimpangan Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD Lombok Utara dengan kerugian keuangan negara Rp. 742.757.112,79.

Dari tiga perkara ini, kejaksaan menetapkan 12 orang tersangka. Untuk Rehabilitasi Gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok ada 3 tersangka yakni AAF (Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun 2019), DEK (Direktur CV. Kerta Agung) dan WSB (wiraswasta).

Untuk dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU RSUD Lombok Utara Tahun 2019 ada 4 orang tersangka. Adalah SH (Direktur RSUD KLU), EB (PPK pada Dikes KLU), DT (Kuasa Direktur PT. Apromegatama selaku Penyedia) dan DD (Direktur CV. Cipta Pandu Utama selaku Konsultan Pengawas).

Baca Juga  Nenek yang Dihakimi Massa dan Rumahnya Dibakar, Meninggal Dunia

Untuk dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD KLU ditetapkan 5 orang tersangka. Yaitu SH (Direktur RSUD KLU), HZ (PPK pada RSUD KLU), MR (Kuasa PT. Bataraguru  selaku Penyedia), LFH (Direktur CV. Indomulya Consultant selaku Konsultan Pengawas), dan DKF selaku Staf Ahli CV. Indo Mulya Consultant.

Dengan telah ditetapkannya tersangka pada ketiga perkara korupsi tersebut, ungkap Dedi—sapaan jaksa low profil ini, tahapan selanjutnya Tim Penyidik Pidsus Kejati NTB akan melakukan pemeriksaan tersangka tersebut mulai pekan depan beserta tindakan penyidikan lainnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.