Manfaat Buah Kawista (Limonia acidissima) untuk kesehatan, Si berduri dari Pulau Sumbawa

oleh

Penulis: Chairul Anam Afgani, S.TP., M.P Dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian FATETA UTS

 

Hanura

OPINI, samawarea.com (23 Agustus 2021)

Kawista (Limonia acidissima) adalah salah satu tanaman yang tergolong dalam famili Rutaceae (jeruk-jerukan) yang memiliki duri disekitar rantingnya. Tanaman ini tumbuh alami dan banyak terdapat di daerah kering seperti di India, Srilanka, Myanmar, Indocina, Malaysia dan Indonesia. Daerah yang cukup banyak ditumbuhi oleh buah Si berduri ini adalah Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Tanaman Kawista memiliki buah yang sangat keras seperti batu,  saat muda memiliki isi yang putih kekuningan dengan rasa yang sangat sepat dan pada saat matang memiliki isi dengan warna kuning kecoklatan/hitam dengan rasa asam dan memiliki keunikan yaitu rasa sedikit manis pada isinya di bagian pinggir kulit, serta mengeluarkan bau (aroma) yang sangat harum. Masyarakat Sumbawa, buah Si berduri ini biasa disebut dengan buah Ganesta, Kalista dan ada juga yang menyebutnya buah Batu.

Buah Kawista biasanya sering dikonsumsi secara mentah namun dalam bentuk olahan seperti rujak, bumbu sepat dan bahan untuk manisan, sedangakan yang matang biasanya dikonsumsi secara langsung maupun yang telah diolah berupa minuman dan makanan. Buah Kawista juga banyak digunakan sebagai obat seperti pusing, nyeri sendi, sakit perut dan diare serta infeksi.

Baca Juga  UNBK Ofline Berisiko, SMPN 4 SATAP UI Pilih Menumpang

Banyaknya manfaat yang terkandung dalam buah Kawista terutama terhadap kesehatan. Hasil studi beberapa literatur, diketahui bahwa buah Kawista memiliki banyak komponen bioaktif yang berperan terhadap kesehatan seperi vitamian, kumarin, fitokimia, tanin dan senyawa antibakteri. Buah kawista mengandung vitamin B, vitamin C, thiamin dan riboflavin.

Buah Kawista juga mengandung senyawa kimia kumarin yang diperoleh dari akar kawista, zat anti tumor pektat polisakarida dan beberapa senyawa fitokimia yang dapat berfungsi sebagai antibakteri yaitu alkaloid, saponin, tanin, flavonoid.

Antibakteri adalah suatu zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan membunuh bakteri dengan cara mengganggu metabolisme bakteri. Beberapa jenis bakteri yang sering menginfeksi manusia diantaranya adalah Escherichia coli . Bakteri E. coli merupakan salah satu bakteri yang patogen penyebab diare.

Baca Juga  Mahasiswa UTS Garap Potensi Desa Tolo’oi

Buah Kawista juga merupakan bahan pangan alami yang memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan untuk menghambat peningkatan kadar Malondialdehid serum akibat Asap Rokok.

Antioksidan pada kawista mengandung senyawa fenolik, antara lain flavonoid dan tanin. Senyawa fenolik adalah senyawa yang memiliki minimal satu gugus hidroksil yang menempel di cincin aromatik.

Adanya cincin aromatik mempengaruhi kestabilan ikatan atom oksigen-hidrogen, sehingga senyawa fenolik dapat bertindak sebagai donor atom hidrogen kepada radikal bebas.

Komponen fenolik bertindak sebagai penampung yang baik terhadap ∙O2 dan ∙OH, yang melindungi lipid membran terhadap 2 reaksi oksidasi yang merusak, sehingga peningkatan kadar malondialdehid dapat dicegah.

Si Berduri yang mampu tumbuh di daerah panas dengan buah yang keras dan rasa yang sepat serta kecut manis jadi satu ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita. Mari konsumsi buah secara rutin dan ingat, jangan sampai berlebihan. (*)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *