Inilah Cara Sang Menantu Menghabisi Nenek di Kebun Jagung

oleh -213 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Agustus 2021)

Tak disangka pembunuh Nenek Sarifah (60) adalah orang dekatnya. Ini terungkap setelah polisi meringkus AL alias Masten (43) warga Desa Tengah, Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa, Senin (23/8) dinihari pukul 00.15 Wita. Masten adalah menantu korban. Sebab Masten menikahi putri tiri dari korban. Motifnya juga terungkap. Masten tega membunuh mertuanya ini karena sakit hati. Tersangka menuduh korban sebagai dukun santet yang menjadi penyebab anaknya meninggal dunia.

Kapolres Sumbawa, AKBP Esty Setyo Nugroho, S.IK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Akmal Novian Reza, S.IK, mengakui jika tersangka adalah menantu korban. Dalam kasus pembunuhan tersebut, tersangka Masten melakukannya seorang diri. Ini karena tersangka dendam dengan korban. Sebelumnya, anak tersangka sakit keras. Kemudian diobati korban, namun tak sembuh-sembuh, justru kondisinya kian parah. Akhirnya anak tersangka meninggal dunia setelah menderita sakit selama enam bulan.

Muncul kecurigaan tersangka, jika anaknya disantet korban. Tersangka pun menunggu waktu dan kesempatan untuk membuat perhitungan. Pagi itu, 16 Agustus 2021, tersangka melihat korban melintas di depan rumahnya menuju kebun jagung milik korban. Muncul niat tersangka untuk menghabisi korban.

Tersangka bergegas mengambil parang (bate) lalu mengikuti korban ke kebun yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah tersangka. Saat di TKP, tersangka langsung menebas korban. Akibatnya kedua pergelangan tangan korban putus, leher dan kepalanya mengalami luka terbuka akibat sabetan senjata tajam.

Baca Juga  Kantor BP3K Sumbawa Disatroni Maling

Untuk mengungkap kasus pembunuhan ini ungkap Akmal—sapaan Kasat Reskrim, pihaknya harus bekerja ekstra. Sebanyak 16 orang saksi diperiksa. Bahkan kubur korban digali untuk kepentingan otopsi atau bedah mayat.

Dari upaya ini, pihaknya mengamankan tiga orang. Dari ketiga orang ini akhirnya satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. “Ini murni pembunuhan karena dendam. Tidak ada motif perampokan,” jelas Kasat Akmal.

Terhadap perbuatan tersangka, Akmal menyebutkan pasal 338 KUHP jo 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. “Tersangka sudah kami tahan untuk kepentingan penyidikan, dan secepatnya berkas perkaranya diselesaikan,” demikian Akmal Novian Reza. (SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.