Bulan ini, RSUD Sumbawa Punya Pabrik Tabung Oksigen

oleh -173 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Agustus 2021)

Seiring bertambahnya kasus Covid, kebutuhan tabung oksigen untuk Kabupaten Sumbawa cukup tinggi. Dengan banyaknya kebutuhan ini, tak heran jika tabung oksigen sulit didapat karena jumlahnya yang terbatas. Hal ini diperparah dengan terlambatnya pendistribusiannya dari luar kota khususnya untuk kebutuhan rumah sakit di wilayah Pulau Sumbawa.

Kondisi ini sebenarnya sudah jauh hari diperkirakan Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri. Karena itu direktur inovatif ini, beberapa bulan yang lalu atau di awal pemerintahan Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd (Mo—Novi) telah menjalin kerjasama dengan perusahaan Prancis (ISM) untuk membangun pabrik tabung oksigen di Kabupaten Sumbawa.

Bahkan untuk mewujudkannya, Pemda telah menyiapkan lahan yakni di RSUD Sering. “Insya Allah pabrik oksigen ini akan direalisasikan dalam Bulan Agustus ini,” kata dr. Dede yang ditemui belum lama ini.

Informasi yang diperoleh dari pihak ketiga, ungkap dr. Dede, container berisi peralatan dan fasilitas pendukung pabrik tabung oksigen ini sudah di perjalanan dan akan tiba di Sumbawa dalam waktu dekat.

Dijelaskannya, inovasi dalam kerjasama yang dilakukan bersama jajarannya ini, untuk menjawab tingginya kebutuhan gas oksigen bagi pasien tidak hanya di RSUD namun juga di seluruh puskesmas wilayah Kabupaten Sumbawa.

Diakuinya, kebutuhan tabung oksigen untuk saat ini sangat tinggi. Untuk pasien covid, sehari dibutuhkan 70-80 tabung oksigen. Dan dalam sebulan RSUD membutuhkan lebih dari 2000 tabung oksigen, belum termasuk di puskesmas-puskesmas. Untuk oksigen satu tabung saja, ungkap dr Dede, dibeli seharga Rp 235 ribu.

Baca Juga  5 Bulan Terbaring di Sanglah Bali, Bocah Kanker Darah Asal Lotim Tak Terakomodir BPJS Gratis

Mengingat tingginya kebutuhan dan anggaran daerah yang terbatas, tentunya akan menjadi persoalan dalam hal pelayanan jika tidak dicarikan solusinya. Karena itu sikap responsif untuk meretas persoalan ini sangat diperlukan.

Pola kerjasama dengan pihak ketiga yang dilakukan jajarannya sambung dr. Dede, menjadi salah satu upaya dari solusi tersebut. Selain kebutuhan oksigen bisa tercukupi, secara bisnis menguntungkan daerah dalam hal ini RSUD Sumbawa.

Dalam kerjasama ini, Pemda Sumbawa melalui RSUD hanya menyediakan tempat yaitu di lahan. Semua peralatan dan biaya pembangunan pabrik itu ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Kemudian sistem yang disepakati adalah bagi hasil dengan skema 75% untuk perusahaan (pihak ketiga) dan 25% untuk daerah (RSUD Sumbawa). Ini akan berlangsung selama 8 tahun, setelah itu pabrik oksigen akan menjadi milik daerah sepenuhnya.

Untuk diketahui, oksigen yang dihasilkan nanti memiliki kualitas 99%. Selain mampu memenuhi kebutuhan tabung oksigen di Kabupaten Sumbawa juga bisa membantu rumah sakit lain yang berada di Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima. “Kami berharap dukungan masyarakat semoga ini bisa terealisasi sesuai rencana. Kami juga membutuhkan doa agar kami terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.