Gugatan Ditolak PN, PT BASA Ajukan Kasasi Melawan BNI Sumbawa

oleh -171 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Agustus 2021)

Bangun Alam Samawa (PT BASA) menyesalkan putusan Pengadilan Negeri Sumbawa dan Pengadilan Tinggi NTB yang menolak gugatannya terhadap PT BNI Cabang Sumbawa atas dugaan perbuatan melanggar hukum (PMH). Pasalnya, ada kekeliruan pertimbangan majelis hakim terutama di tingkat pertama dalam memutuskan perkara tersebut.

“Dalam gugatan, kami selaku penggugat meminta sebagian dari jaminan yang kami agunkan kepada BNI Sumbawa selaku tergugat. Sementara dalam pertimbangannya majelis hakim justru menyimpulkan bahwa kami meminta seluruh jaminan. Di sinilah kekeliruannya,” kata Direktur PT BASA, Rijki Randani didampingi Ami Arief Syaifullah selaku Komisaris dalam jumpa pers, Sabtu (31/7) malam.

Untuk di tingkat banding, majelis hakim pengadilan tinggi juga menguatkan putusan PN. Pasalnya, pihaknya selaku penggugat terlambat mengajukan memori banding. Karena itu kata Rijki, pihaknya akan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dengan menunjuk pengacara baru yakni Surahman MD SH., MH dari Law Office SS & Partner.

Dijelaskan Rijki, persoalan ini berawal dari pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) oleh PT. BASA senilai total sekitar Rp 3,9 miliar dengan nilai agunan sebesar Rp 9,8 miliar berdasarkan hasil perhitungan Apraisal. Agunan ini berupa 8 buah sertifikat, termasuk dua sertifikat tambahan dengan pinjaman Rp 1,5 miliar. Selama 10 tahun menjadi debitur BNI atas pinjaman ini, tak sekalipun pihaknya telat membayar. Bahkan boleh dibilang, debitur yang paling taat dan tepat waktu.

Dalam perjalanannya, muncul penawaran dari BNI agar pihaknya dapat melunasi Rp 1,5 miliar. Dari tawaran ini, pihaknya mengajukan permintaan. Permintaannya adalah jika penawaran itu dipenuhi, apakah BNI dapat mengembalikan sebagian dari sertifikatnya yang diagunkan, minimal 2 buah sertifikat terakhir yang diajukan sebagai tambahan jaminan. Pihak BNI pun menjawab, bukan hanya 2 sertifikat tapi akan dikembalikan 5 sertifikat.

Baca Juga  Ibu Bhayangkari Tertangkap Nyabu

Untuk meyakinkannya, BNI Sumbawa menyodorkan form pengembalian jaminan untuk diisi. Selang beberapa hari, BNI menyampaikan bahwa pengembalian jaminan yang diisi tersebut telah disetujui Komite Persetujuan Kredit. Bahkan karyawan BNI ini juga kembali meyakinkan pihaknya untuk mengkonfirmasi langsung dengan Pimpinan Cabangnya.

“Kata karyawan itu kepada kami, kalau tidak percaya silakan tanya langsung ke Pak Iwan (Pimpinan Cabang). Begitu kata-kata mereka yang meyakinkan kami selaku debitur,” timpal Ami Arief Syaifullah selaku Komisaris PT BASA.

Karena merasa sangat yakin, pihaknya selaku debitur membayar Rp 1,5 milyar. “Gag mungkin karyawan itu bohong. Dan gag mungkin BNI selaku bank besar apalagi milik pemerintah mengingkarinya,” ujar Ami.

Apa yang diyakininya ini ternyata meleset. Janji untuk mengembalikan sebagian dari agunannya tak pernah direalisasikan BNI. Beberapa kali dihubungi dan dikonfirmasi, pihak BNI belum memberikan jawaban dan selalu menghindar sampai saat ini. Dari informasi yang diperolehnya, sikap BNI tidak mengembalikan sebagian jaminan ini karena pihaknya selaku debitur mengikuti program relaksasi.

“Jika ini alasannya, sangat tidak logis. Sebab kesepakatan kami dengan BNI untuk melunasi 1,5 milyar dan sebagian agunan dikembalikan, itu jauh sebelum program relaksasi. Kesepakatan ini Bulan Januari yang seharusnya direalisasikan bulan itu, sedangkan relaksasi itu akhir Maret. Inikan alasan yang dibuat-buat,” tukasnya.

Ame mengaku tidak mengerti apa motivasi BNI mengingkari janjinya. Dengan sikap seperti ini sangat wajar muncul asumsi bahwa agunan PT BASA disalahgunakan. Sebab agunannya bernilai Rp 9 miliar lebih tinggi dari pinjaman yang hanya Rp 3,9 miliar.

Baca Juga  Jangan Sebar Hoax, Jadilah Generasi yang Bermanfaat

“Karena tidak jelasnya masalah ini, wajar kami menduga-duga. Dan untuk membuktikan semua ini biar jadi terang benderang, tidak ada jalan lain selain melalui proses hukum. Karena kami sebagai masyarakat biasa sangat sulit untuk mengakses apa yang terselubung di bank tersebut,” tandasnya.

Sementara Surahman MD, SH., MH mengakui telah mendapatkan surat kuasa khusus, untuk melanjutkan upaya hukum terkait persoalan PT BASA dengan BNI Cabang Sumbawa. “Kami sudah resmi menerima surat kuasa khusus bernomor 123PDT/Adv.SS/VII/2021 dari PT BASA selaku klien kami,” kata Surahman yang ikut hadir dalam jumpa pers.

Dalam waktu dekat ungkap Surahman, pihaknya akan mengajukan memori Kasasi. Sebab dari penilaiannya, ada kekeliruan pertimbangan hakim di tingkat pertama dalam menjatuhkan putusan terhadap perkara tersebut. Kliennya selaku nasabah BNI telah melaksanakan kewajibannya sebagaimana kesepakatan dengan BNI, yang secara langsung maupun tidak langsung BNI telah melakukan perjanjian. Dari perjanjian ini tentunya ada perbuatan hukum.

“Kesepakatannya, apabila melakukan pelunasan kreditnya, sebagian agunan akan dikembalikan. Setelah klien kami melakukan pelunasan 1,5 milyar sebagaimana kesepakatan, justru BNI tidak menepati janjinya untuk mengembalikan sebagian agunan. Dalam hal ini klien kami dirugikan,” beber Surahman, seraya berharap melalui memori Kasasi nanti, hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya.

Pimpinan Cabang BNI Sumbawa, I Putu Asrawan yang dihubungi terpisah, Minggu (1/8), menyatakan bahwa pihak BNI akan selalu menghormati proses hukum yang berlangsung. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.