BNI Sumbawa Bakal Dilaporkan Dugaan Penipuan dan Digugat Wanprestasi

oleh -715 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Agustus 2021)

Bukan hanya mengajukan permohonan Kasasi, PT. Bangun Alam Samawa (PT. BASA) juga akan menempuh dua upaya hukum lain sekaligus, untuk membuat perhitungan dengan BNI Cabang Sumbawa. Adalah mempolisikan BNI dengan delik dugaan tindak pidana penipuan, serta gugatan wanprestasi. Hal ini ditegaskan Surahman MD., SH., MH selaku Kuasa Hukum PT BASA, saat jumpa pers, Sabtu (31/7).

Upaya ini dilakukannya ungkap Surahman, setelah menganalisa alur dari perkara tersebut. Berawal dari pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) oleh PT. BASA senilai total sekitar Rp 3,9 miliar dengan nilai agunan sebesar Rp 9,8 miliar berdasarkan hasil perhitungan Apraisal. Agunan ini berupa 8 buah sertifikat, termasuk dua sertifikat tambahan dengan pinjaman Rp 1,5 miliar. Selama 10 tahun menjadi debitur BNI atas pinjaman ini, tak sekalipun kliennya telat membayar dan selalu tepat waktu.

Dalam perjalanannya, muncul penawaran dari BNI agar kliennya dapat melunasi Rp 1,5 miliar. Dari tawaran ini, kliennya mengajukan permintaan. Permintaannya adalah jika penawaran itu dipenuhi, apakah BNI dapat mengembalikan sebagian dari sertifikatnya yang diagunkan, minimal 2 buah sertifikat terakhir yang diajukan sebagai tambahan jaminan. Pihak BNI pun menjawab, bukan hanya 2 sertifikat tapi akan dikembalikan 5 sertifikat.

Untuk meyakinkannya, BNI Sumbawa menyodorkan form pengembalian jaminan untuk diisi. Selang beberapa hari, BNI menyampaikan bahwa pengembalian jaminan yang diisi tersebut telah disetujui Komite Persetujuan Kredit. Bahkan karyawan BNI ini juga kembali meyakinkan pihaknya untuk mengkonfirmasi langsung dengan Pimpinan Cabangnya.

Baca Juga  Ijazah Palsu, Anggota DPRD KSB Ditahan Jaksa

“Kata karyawan itu kepada klien kami, kalau tidak percaya silakan tanya langsung ke Pak Iwan (Pimpinan Cabang),” kata Surahman–pengacara dari Law Office SS & Partner.

Karena sudah ada kesepakatan, kliennya selaku debitur membayar lunas Rp 1,5 milyar. Namun BNI mengingkari janjinya untuk mengembalikan sebagian agunan.

“Klien kami selaku nasabah BNI telah melaksanakan kewajibannya sebagaimana kesepakatan dengan BNI, yang secara langsung maupun tidak langsung BNI telah melakukan perjanjian yang justru diingkari BNI,” sesalnya.

Dari kacamata hukum, Surahman melihat ada indikasi pidana, karena ada rangkaian kebohongan dan tipu muslihat, sebagaimana pasal 378 KUHP. Tak hanya pidana dugaan penipuan, ungkap Surahman, pihak BNI juga diduga melakukan wanprestasi (ingkar janji). Sebab BNI selaku kreditur lalai melaksanakan perjanjian yang telah disepakati.

“Wanprestasi ini timbul apabila salah satu pihak tidak melakukan apa yang diperjanjikan, atau tidak melaksanakan apa yang telah disepakati dalam perjanjian,” jelas Surahman.

Untuk menempuh dua upaya hukum ini yakni laporan tindak pidana dan gugatan wanprestasi, Surahman mengaku telah mengantongi sejumlah alat bukti. “Segera kami laporkan ke pihak kepolisian untuk pidananya, dan mengajukan gugatan wanprestasi ke pengadilan,” pungkasnya.

Pimpinan Cabang BNI Sumbawa, I Putu Asrawan yang dihubungi terpisah, Minggu (1/8), menyatakan bahwa pihak BNI akan selalu menghormati proses hukum yang berlangsung. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.