Buronan Kasus Perbankan Ditangkap Tim Tabur Kejati NTB

oleh -222 views

MATARAM, samawarea.com (28 Juli 2021)

Tim Tabur (Tangkap Buron) Intelijen Kejati NTB dan Kejari Mataram berhasil menangkap terpidana berinisial LS SE, Rabu (28/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Terpidana yang sempat menjadi DPO ini ditangkap di rumahnya wilayah Dusun Panjang, Kelurahan Jelentik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Kajati NTB melalui Kasi Penkum, Dedi Irawan SH MH menjelaskan, penangkapan tersebut dilaksanakan secara persuasif dan berhasil membawa terpidana tanpa perlawanan ke Kantor Kejaksaaan Tinggi NTB untuk proses administrasi.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan Swab PCR di Rumah Sakit Bhayangkara dengan hasil negative. Setelah itu terpidana dibawa ke Kejaksaan Negeri Mataram untuk dieksekusi dan penahanannya dititipkan di Lapas Kelas 1A Mataram.

Dikatakan Dedi, LS SE merupakan terpidana Tindak Pidana Perbankan. Selaku pegawai bank, terpidana dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan Bank, melanggar Pasal 47 ayat (2)  jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo Pasal 64 (1) KUHP. Perbuatan terpidana yakni tanpa ijin secara diam-diam melakukan print out rekening koran atas nama Suparjito, S.Sos.

Terpidana diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Mataram selama 2 tahun penjara, denda Rp 1 milyard subsidair 3 bulan kurungan. Namun terpidana mengajukan banding hingga Mahkamah Agung, dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 908 K/Pid.Sus/2017 tanggal 2 Oktober 2017.

Baca Juga  Pencurian Ternak Melibatkan 4 Pelajar SMA Direkonstruksi

Amar putusannya menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Mataram dengan pidana penjara selama 2 Tahun dan denda sejumlah Rp 4 milyard subsidiar 3 bulan kurungan. Putusan ini lebih rendah satu tahun atas tuntutan Penuntut Umum dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda 1.000.000.000 subsidiar 3 bulan kurungan.

Atas dasar Putusan Mahkamah Agung tersebut Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Mataram telah melakukan pemanggilan secara patut sebanyak 3 kali berturut turut sejak tanggal tanggal 19 Desember 2019 namun tidak memenuhi panggilan dan tanpa keterangan. Terpidana pun dinyatakan sebagai buronan berdasarkan Daftar Pencarian Orang dari Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Nomor: 513/N.2.10/Eku.3/02/2020 tanggal 03 Februari 2020. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.