Kades dan Warga Seloto Ancam Tutup Aktivitas Tambang di Wilayahnya

oleh -91 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (11/6/2021)

Warga Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar aksi demo di Kantor Desanya, Kamis (10/6/2021). Dalam aksi tersebut para pendemo meminta kepala desa untuk menutup penambangan ilegal di wilayahnya. Sebab aktivitas tersebut mengancam keberlangsungan kehidupan petani dan nelayan setempat.

Hendra—salah satu orator mengaku terpaksa melakukan aksi demonstrasi damai ini karena sampai sekarang tambang emas yang diduga ilegal masih beroperasi melakukan pengerukan. Aktivitas penambangan itu membuat warga Seloto resah dan takut. Apalagi keberadaan tambang itu tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat.

Saat ini sebut Hendra, aktivitasnya terus merambah bahkan sampai di luar batas tanah pemilik lahan sehingga terlihat gunung menjadi gundul. Akibat lainnya, lahan pertanian masyarakat yang berada di bawah pengerukan terkena dampak longsor.

“Itu baru kita bicara dampak pengerukan, ada juga dampak yang paling berbahaya yaitu pemurnian emas dengan metode perendaman yang menggunakan bahan kimia berbahaya bagi lingkungan, yang akan mengancam pencemaran dan kelestarian alam,” bebernya.

Apalagi di bawah kolam perendaman tersebut, lanjut Hendra, ada Danau Rawa Lebo tempat nelayan mencari ikan untuk keberlangsungan hidupnya. Apabila tercemar maka sudah merusak kehidupan nelayan.

“Apakah kita akan menutup mata melihat kondisi ini ? Ini merupakan kedzoliman yang harus kami lawan dan dengan alasan inilah kami memberanikan diri melakukan aksi lanjutan karena sebelumnya kami sudah melakukan protes ke pemerintah daerah dan DPRD, tapi tidak mendapat kesimpulan yang memuaskan,” tukasnya.

Baca Juga  Bobol Kantor AWS, Oknum Mahasiswa Diciduk Polisi

Orator lainnya, Joni Iskandar meminta secara tegas tambang tersebut ditutup. “Jangan tunggu ikan mati, dan lahan petanian tercemar baru kita bergerak, karena kalau sudah tercemar yang jadi korban adalah masyarakat,” tegasnya.

Secara pribadi, mereka bisa menutup sendiri tambang itu atas dasar keresahan. Namun karena menghargai pemerintah sehingga meminta kepada kepala desa secara kelembagaan bersikap tegas mewujudkan aspirasi masyarakatnya.

Kepala Desa Seloto, Jalaluddin Patawari menyambut positif aksi demo tersebut. Kades meminta waktu sehari untuk berkoordinasi ke pemerintah daerah sekaligus meminta tambang ilegal itu segera ditutup.

“Beri kami kesempatan. Hari ini, semua perwakilan masyarakat dan Pemdes Seloto akan berkoordinasi dengan Bupati. Jika tidak diindahkan, maka tambang di Jorok Liang akan kita tutup,” tegasnya.

Sekda KSB yang coba dikonfirmasi via WA belum berhasil dikonfirmasi. Namun sebelumnya Kepala DPMPTSP KSB, Drs Tajuddin yang ditanya soal ijin aktivitas tambang itu mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas tambang di Seloto. Sebab tidak ada pemberitahuan kepadanya.

“Walaupun ijinnya dikeluarkan oleh pemerintah provinsi tapi propinsi pasti akan meminta pertimbangan daerah selaku pemilik wilayah. Tapi sampai saat ini belum ada permintaan dari provinsi,” akunya. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb