Pansus: Tunggu Hasil Swab, Camat Utan Mengaku Anaknya Meninggal Karena Lama Dirujuk

oleh -730 views

Keluhan yang Diterima Pansus Covid-19 DPRD Sumbawa

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/6/2021)

Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kabupaten Sumbawa intensif menggali informasi terkait dengan penanganan pandemic di Kabupaten Sumbawa, termasuk penggunaan anggarannya. Senin (7/6) pagi, Pansus Covid-19 menghadirkan Tim Gugus Tugas dari sejumlah kecamatan. Dalam pertemuan tersebut Tim Gugus Tugas ini menceritakan sejumlah persoalan yang dialami di lapangan baik terkait penanganan pasien di lapangan, koordinasi, hingga persoalan anggaran.

Pertemuan itu dipimpin Ketua Pansus, Syamsul Fikri S.Ag., M.Si, didampingi Wakil Ketua Pansus, Nanang Nasiruddin S.AP. Pertemuan ini dihadiri oleh tim gugus tugas di sembilan kecamatan, plus dua desa.

Dalam kesempatan itu Camat Utan, Nawawi mengaku tidak mengetahui secara jelas siapa yang menentukan seseorang itu positif covid atau tidak. Hal ini dialaminya langsung. Saat anaknya mengalami kecelakaan tunggal dan harus dirujuk ke Mataram. Ia diminta menunggu selama lima hari setelah di-swab, baru bisa dirujuk ke Mataram. Karena lamanya hasil tes keluar, anaknya meninggal dunia tanpa sempat dirujuk ke Mataram.

Selain itu, Kepala Puskesmas Alas, Bayu Atika Dewi memaparkan, tidak ada pemberitahuan dan petunjuk penggunaan dana covid bagi puskesmas dari kabupaten. Terutama terkait dana insentif tenaga kesehatan. Para tenaga medis mendapatkan dana insentif untuk penanganan pasien covid yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Baca Juga  PERUMDA BINTANG BANO SUMBAWA BARAT MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1442 H

Awalnya, petugas kesehatan tidak mengetahui perihal dana itu. Dana itu kemudian dibagikan bukan hanya bagi tenaga kesehatan melainkan juga kepada pegawai, petugas kebersihan dan security di puskesmas setempat. Meski tidak secara tertulis, namun petugas kesehatan di Puskesmas Alas sudah menyepakati hal itu. Namun, pihaknya sempat diciduk aparat kepolisian terkait dana insentif dimaksud. Mengingat, tidak ada petunjuk yang jelas terkait penggunaannya. Meski demikian, persoalan ini sudah selesai di Inspektorat.

Hal lain yang mengemuka di pertemuan itu, adalah tidak adanya pelatihan bagi petugas covid di kecamatan. Contohnya saat ada warga yang meninggal karena covid, pihak puskesmas tidak bisa memakamkannya. Akibatnya, warga mengancam akan membakar puskesmas.

Masih soal anggaran. Kepala Puskesmas Labangka, Rusdi Syarif mengaku pihaknya tidak menerima anggaran lain, selain insentif petugas kesehatan untuk penanganan covid. Sementara dana operasional lainnya tidak diterima selama 2020. Sementara tahun ini, pihaknya bekerja bersifat sukarela. Karena hingga saat ini puskesmas banyak berutang kepada staf dan pegawai. Sebab, untuk operasional penanganan covid terpaksa menggunakan dana pribadi pegawai dan staf. Terutama dalam program vaksinasi.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri, S.Ag., M.Si yang dimintai tanggapannya, mengakui pansus telah mengundang tim gugus tugas di kecamatan terdiri dari camat dan kepala puskesmas.

Ia mengaku banyak menerima keluhan. Di antaranya kurangnya koordinasi antara gugus tugas kabupaten dengan kecamatan. Seperti dalam proses pemakaman warga yang diklaim sebagai pasien covid. Terjadi kurangnya koordinasi antara rumah sakit dengan gugus tugas yang ada di kecamatan. Belum lagi masalah anggaran.

Baca Juga  RSUD Sumbawa Segera Miliki IGD Termegah  

“Sampai saat ini Pansus masih menghimpun data, menyimak dan menganalisa. Kemudian akan dipadukan dengan semua hal yang ada. Setelah ini, kami masih menunggu kesepakatan dari anggota pansus, pihak mana yang akan diundang untuk melakukan hearing. Apakah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, atau BPBD,” ujarnya, seraya menyatakan Pansus akan bekerja selama tiga bulan lebih. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.