Dinas PUPR KSB Siap Melayani Penyedotan Saptictank, Gratis !

oleh -22 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (4/5/2021)

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) siap melayani penyedotan Saptictank untuk masyarakat secara gratis. Hal ini sebagai bentuk komitmen dinas tersebut dalam mendukung program pemerintah daerah mengatasi masalah Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

“Untuk mengatasi masalah BAB sembarangan, kami menjemput program peningkatan kualitas jamban menggunakan saptictank yang ramah lingkungan ke pemerintah pusat, sehingga dari tahun 2017 kita sudah mulai bagikan ribuan saptictank kepada masyarakat, yang masa penuhnya selama 3 tahun. Dan sekarang kami siap menyedotnya,” kata Kepala Dinas PUPR Sumbawa Barat melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Burhanuddin Harahap ST, Senin (3/5) kemarin.

Layanan penyedotan saptictank ini ungkapnya, untuk menunjang keberlangsungan program peningkatan kualitas jamban. “Gratis, tidak dipungut biaya sehingga kami minta masyarakat yang saptictanknya sudah penuh silahkan hubungi langsung Dinas PUPR dalam hal ini Bidang Cipta Karya,” himbaunya.

Saat ini pihaknya sedang membuat jadwal rutin untuk penyedotan secara teratur dengan menggunakan aplikasi Go-Pinki. Dalam aplikasi ini jadwal penyedotan Saptictank diprogram. Ketika sudah waktunya, akan muncul peringatan dari aplikasi agar segera dilakukan penyedotan.

“Jadi penyedotannya terjadwal, misalnya untuk Saptictank yang sudah pembagian 2018 kemarin maka di tahun 2021 ini akan ada peringatan dari aplikasi tersebut, sehingga ada atau tidak ada yang nelpon kalau sudah masuk jadwalnya maka kita akan lakukan penyedotan. Untuk aplikasi, kami targetkan tahun ini sudah selesai,” bebernya.

Baca Juga  Kunker di Dompu, Gubernur Kalteng Berikan Bantuan Sapi

Terkait ketersediaan armada, Burhanuddin menyebutkan bahwa PUPR memiliki 3 unit. Sejauh ini tidak ada keluhan masyarakat karena masih bisa terpenuhi. Namun jika menggunakan penyedotan terjadwal pihaknya membutuhkan 1 armada lagi, baru bisa maksimal melayani masyarakat.

“Dalam waktu dekat kami akan tambah satu unit kendaraan lagi, tapi kesulitannya tenaga yang membawa armada sangat minim yang berminat karena memang kerjaannya sangat berat membersihkan kotoran manusia. Sehingga kita berfikir untuk mengusulkan insentif yang lebih bagi yang menjadi petugas penyedotan tersebut,” tandasnya.

Sedangkan untuk instalasi pengelolaan tinja lanjut Burhanuddin, tetap standby. Tinja dikelola menjadi kompos organik, yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Namun belum berani kita rekomendasikan tumbuhan konsumsi karena belum ada penelitiannya secara ilmiah. Kalau untuk tanaman hias seperti bunga, sudah dipraktekkan, hasilnya tanaman menjadi lebih subur,” pungkasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb