Bunuh Istri, Pedagang Buah ini Mengaku Khilaf

oleh -809 views

MATARAM, samawarea.com (19/4/2021)

Mahligai rumah tangga MA (30) dan istrinya, HS (29) yang dibina selama 11 tahun berakhir tragis. MA menghabisi nyawa istrinya yang sudah memberikannya dua orang anak, Sabtu (17/4/2021) dinihari. MA menusuk leher istrinya menggunakan pisau. Tindakan ini dilakukan karena terbakar cemburu, sebab HS diduga selingkuh.

MA kini mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Tentu saja pria yang berprofesi sebagai pedagang buah di Jalan Adi Sucipto, Rembiga, Mataram ini menyatakan penyesalannya.

Di depan Kapolres Kota Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK saat jumpa pers, Senin (19/4/2021), MA mengakui semua perbuatannya. MA mengaku kerap cekcok dan salah paham dengan istrinya. Namun demikian dia sama sekali tidak ada rencana untuk membunuh istrinya. ‘’Tidak ada niat saya untuk membunuhnya. Itu spontan saja karena saya seperti tidak sadar dan khilaf,’’ ungkapnya.

MA mengaku sudah 11 tahun berumah tangga dengan korban. Beberapa waktu lalu sempat bercerai namun rujuk lagi. Karena sebelumnya, istrinya pernah selingkuh namun dimaafkan. ‘’Saya menyerahkan diri ke polisi untuk menebus rasa bersalah saya,” ucapnya lirih.

Atas perbuatannya itu, tersangka terancam dijerat pasal 44 ayat 3 Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) atau pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman 20 tahun penjara. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Dua Terdakwa KUA Labangka Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Ratusan Juta