Sambil Nyari Penumpang, Tukang Ojek ini Jual Shabu

oleh -602 views

MATARAM, samawarea.com (15/4/2021)

Kedok IWS (39) akhirnya terbongkar. Meski kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek, ternyata warga Lingkungan Abian Tubuh Utara, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kota Mataram ini adalah bandar sekaligus pengedar narkoba jenis shabu. IWS akhirnya ditangkap Satresnarkoba Polresta Mataram yang dipimpin AKP I Made Yogi Purusa Utama, Selasa (13/4) malam kemarin.

Dari tangannya tim menyita 10 gram shabu dan langsung dibawa ke Mapolresta Mataram untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. ’’Kami tidak pernah menyebut terduga pengedar. Semua kami sebut bandar karena berhubungan keras dengan Narkotika,’’ ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Made Yogi Purusa Utama, SE, SIK, Kamis (15/4/2021).

Penangkapan IWS ini setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat. IWS kerap disebut sebagai bandar Narkotika jenis sabu. Modusnya, ketika pembeli sudah memesan shabu, terduga mendatangi satu tempat dan meletakkan shabu di belakangnya. IWS lalu berdiri di depan tempat sabu diletakkan. Setelah itu pemesan datang mengambil shabu yang diletakkan tadi. “Modus baru juga ini,’’ imbuhnya.

Modus ini diketahui polisi. Disaksikan oleh warga setempat, tim melakukan penggeledahan badan dan menemukan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, shabu seberat 10 gram, 14 poket klip bening yang masih belum dipecah, uang tunai Rp 2.240.000 yang diduga hasil transaksi shabu. ‘’Kami juga menemukan alat komunikasi (handphone) yang digunakan terduga untuk transaksi dengan pembeli,’’ katanya.

Baca Juga  Digrebeg Polisi, Penjudi Sabung Ayam Lari Tunggang Langgang

Shabu didapatkan terduga dari Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang Kota Mataram. Di Karang Bagu, IWS membeli shabu Rp 1,5 juta per gramnya. Lalu dipecah menjadi paketan kecil dan dijual Rp 100 ribu per paket. Dengan untung yang cukup besar, IWS ketagihan menjual shabu.

Untuk menutupi bisnis haramnya ini, IWS masih menggeluti profesi ojeknya. ‘’Untungnya itu 300 ribu per gram sabu yang dijual. Bisnis ini sudah setengah tahun dijalankan,” ujar Yogi—sapaan Kasat.

Keuntungan yang besar ini digunakan terduga untuk membiayai kebutuhan hidupnya, dan berjudi. “Tes urinenya negative. Dia hanya menjual dan tidak mengkonsumsi shabu,’’ tandasnya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114 dan 112 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb