PLP Berlanjut, KSB Gulirkan Bantuan Daerah dan Aspirasi

oleh -38 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (15/4/2021)

Belum diketahui secara pasti kapan pandemi Covid ini akan berakhir. Seperti di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih saja ada kasus positif covid. Kondisi ini sangat mempengaruhi perputaran ekonomi akibat daya beli masyarakat yang lemah.

Melihat kondisi ini Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat memperkuat program Pemanfaatan Lahan Pekarangan (PLP) untuk memmenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Ditemui samawarea.com di ruangan kerjanya belum lama ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan KSB, Ir. H. M. Alimin M.Si mengatakan, pandemi covid ini memberikan dampak terhadap semua sector kehidupan, termasuk perputaran ekonomi di suatu daerah.

Daya beli masyarakat sangat rendah, sedangkan kebutuhan masyarakat akan 4 sehat 5 sempurna ini harus terpenuhi. “Sehingga kita di Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun ini akan memperkuat program pemanfaatan lahan pekarangan. Setiap lahan pekarangan warga kita akan tanam tanaman horti dan obatan obatan herbal,” sebutnya.

Ia meyakini program tersebut mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Sebab setiap warga sebagian besar memiliki pekarangan yang bisa dimanfaatkan.

Jenis tanaman yang menjadi prioritas penanaman, adalah jenis kebutuhan dapur dan tanaman hijau seperti cabe, tomat, terong, kubis dan lainnya. Sedangkan tanaman obat-obatan herbalnya adalah kunyit, jahe dan lainnya. “Tanaman obat ini sangat bangus untuk meningkatkan imun kita di tengah pandemi ini,” imbuhnya.

Untuk merealisasikan program PLP ini lanjut Alimin, pihanya berkolaborasi dengan pusat melalui aspirasi dua anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa yakni H. Muhammad Safruddin ST,. MT dan H. Johan Rosihan ST yang kebetulan berada di komisi yang sama. Tahun ini sekitar 20 desa yang mendapat bantuan.

Baca Juga  Gubernur TGB Dorong OJK Perketat Pengawasan

“Kami akan menginventarisir desa yang akan mendapat bantuan dari daerah, sebab desa dan kelurahan yang mendapat bantuan dari aspirasi dewan sudah ditentukan,” jelasnya.

Dalam memberikan bantuan, pihaknya akan selektif. Pengalaman tahun sebelumnya, hasil evaluasi banyak masyarakat yang dapat bantuan namun kurang memperhatikan tanamannya, sehingga tidak berkelanjutan. Yang jelas, masyarakat yang sudah mendapat bantuan sebelumnya dipastikan tidak akan mendapatkannya lagi.

Tidak hanya memberikan bantuan, lanjut Alimin, kelompok masyarakat yang mengikuti program PLP akan didampingi mulai penyuluhan, tekhnis pembuatan media tanam hingga cara memanfaatkan lahan pekarangan sempit.

“Pendampingan ini sampai masyarakat paham bagaimana pola penanaman di lahan pekarangan. Kita berharap setelah masyarakat mengetahui dampak positif dengan pemanfaatan lahan pekarangan, masyarakat sudah bisa mandiri dan tidak berharap bantuan dari pemerintah, karena sifat bantuan ini hanya stimulus bagi masyarakat,” terangnya. (HEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb