Amru: Manajemen Alfamart Jangan Lagi Bohongi UMKM KSB

oleh -213 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.Com (12/4/2021)

Amru Albar, salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah ( UMKM) yang terkenal dengan produk Abonnya berharap manajemen Alfamart tidak lagi membohongi UMKM di KSB. Sebab iming-iming kerjasama dengan UMKM yang digaungkan Alfamart sebelumnya sampai sekarang belum ditepati.

“Kami berharap kepada manajemen Alfamart untuk tidak membohongi kami lagi dengan berjanji untuk melakukan kejasama dengan UMKM yang ada di KSB, karena janji seperti ini sudah sering kami dengar dari statemen perusahaan itu sendiri pada saat minta tanda tangan perpanjangan ijin saja,” tukas Amru Albar di Acara Pelatihan Manajemen Ritel, Senin (12/4/2021).

Amru mengapresiasi penjelasan manajemen Alfamart dalam pelatihan itu, bagaimana keberhasilan toko ritel tersebut membina UMKM di Jawa sampai menjadi miliarder.

“Kami apresiasi itu, dan hal seperti inilah yang kami inginkan bagaimana keberhasilan di Jawa sana bisa diadopsi di KSB untuk memajukan UMKM di KSB. Sehingga saya berharap dengan perjanjian kerjasama kali ini pihak Alfamart bisa serius dengan janjinya, jangan kita seolah olah dimanfaatkan hanya untuk perpanjangan ijin saja,” ulangnya.

Selaku UMKM, Amru tidak ingin dalam kerjasama nanti ada yang dirugikan. Karena pada prinsipnya berbisnis harus saling menguntungkan. “Kalau ada kekurangan satu sama lain harus berbenah diri untuk menjalin kerjasama yang sehat, semoga acara ini bukan hanya seremonial belaka hanya untuk melengkapi laporan keatasan saja,” kritiknya.

Baca Juga  Jelang Rekapitulasi Kabupaten, Bawaslu Siapkan Data Hasil Pengawasan

Dari segi produk, Amru sangat yakin bahwa UMKM di KSB bisa bersaing dengan produk luar. Meski demikian ketika ada kekurangan harus dibina agar sesuai dengan standar yang diinginkan Alfamart.

Menanggapi hal itu Branch Manager Alfamart Lombok, Sulardi mengaku pada tahun 2019 pernah melakukan kerjasama dengan UMKM di KSB. Namun kerjasama ini tanpa ada MoU, sehingga pihaknya kesulitan dalam memonitor produk tersebut karena tidak muncul di file sistemnya.

“Semuanya manual tidak diregister sehingga tidak bisa kita monitor produk tersebut, sehingga sempat bermasalah dalam pembayarannya,” jelasnya.

Mulai tahun ini kerjasama dengan UMKM dibukukan dalam MoU. Dengan adanya MoU, produk yang dikerjasamakan ini akan teregister dan bisa monitoring. “Kalau semua proses sudah dilakukan tinggal keinginannya UMKM tersebut pencairan pembayarannya apakah dalam waktu 7 hari, 14 hari, atau satu bulan, itu tergantung UMKM-nya,” ujarnya.

Ketika produknya laku di pasaran dan diminati, perusahaan akan menilai dari pantauan grafiknya. Ini akan dipasarkan di regional NTB bahkan nasional tergantung kesanggupan produksi UMKM-nya.

“Untuk saat ini yang sudah memenuhi syarat untuk kerjasama baru 8 produk, dan kami terus membuka diri untuk semua UMKM di KSB apabila persyaratannya lengkap, kami siap melakukan kerjasama,” tandasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb