Gabungan Organisasi di Plampang Salurkan Bantuan dan Gelar Baksos di Bima  

oleh -35 views

BIMA, samawarea.com (10/4/2021)

Gabungan Organisasi dari Forum Muda Mudi Pamunga (FM2P) Desa Usar, Palang Merah Indonesia (PMI) Plampang dan PMR/OSIS SMAN 1 Plampang serta Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Makasar (IKPMSM), bertolak ke Kabupaten Bima, Sabtu (10/4/2021).

Gabungan organisasi yang dikoordinir Burhanuddin ini berangkat membawa bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban banjir bandang di wilayah tersebut.

Koordinator Kegiatan, Burhanuddin  yang juga Pembina FM2P, mengatakan, bantuan dari donasi masyarakat Sumbawa khususnya di Kecamatan Plampang ini, disalurkan di Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Sebab salah satu posko kecamatan yang diterjang banjir berada di desa tersebut.

Selain sembako, bantuan yang didistribusikan ini berupa makanan siap saji, air mineral, tikar, selimut, pembalut wanita dan masker. “Kami datang ke sini (Bima) untuk menyampaikan amanat masyarakat dan para donator yang peduli terhadap nasib saudara-saudara yang mengalami musibah,” kata Bur—sapaan akrabnya.

Tak hanya menyerahkan bantuan, ungkap Bur yang juga seorang jurnalis ini, timnya menggelar bakti social di wilayah terdampak, yakni membersihkan limbah dan puing reruntuhan rumah warga yang diterjang banjir.

Sementara Koordinator Relawan Posko Banjir Desa Dena Kecamatan Madapangga, Suharto mengaku atas nama korban merasa terobati dengan adanya kepedulian yang ditunjukkan masyarakat Sumbawa melalui

tim gabungan organisasi dari Kecamatan Plampang. “Kepedulian saudara-saudara kami di Sumbawa melalui bantuan yang diberikan, menjadi obat bagi kami untuk mampu bangkit dari musibah ini. Kami mengucapkan terima kasih,” ujar pria yang berprofesi sebagai guru ini.

Baca Juga  Saat-Jaya Versus MUJUR Adalah Pertarungan JM dan Bajang

Dijelaskan Suharto, Desa Dena Kecamatan Madapangga menjadi salah satu lokasi terdampak yang menghanyutkan rumah, harta benda dan hasil panen. Bahkan musibah ini menyebabkan gagal panen, sebab tanaman padi hanyut tersapu air bah.

“Kami selaku relawan membangun posko di sini, karena tempat ini salah satu yang terparah. Posko ini untuk mendekatkan pelayanan dan penyaluran bantuan sesuai data sasaran,” pungkasnya. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb