Pentingnya Keterlibatan Perempuan dalam Berpolitik

oleh -55 views

Oleh: Ranu Deramanda Sera (Mahasiswi Prodi Ilmu Pemerintahan IISBUD Samawa Rea)  

OPINI, samawarea.com (4/4/2021)

Perempuan Indonesia lebih banyak bekerja di sektor domestik rumah tangga. Perempuan yang bekerja di ranah publik pada umumnya masih harus mengurus rumah tangga, walaupun perjuangan emansipasi wanita yang mengupayakan kesejajaran perempuan dengan laki-laki.

Secara umum perempuan yang bekerja di ranah publik masih pada posisi yang kurang menguntungkan, perempuan lebih cenderung terbatas akses dan kesempatannya untuk mendapatkan jabatan, di samping sering dipandang kurang kredibel dalam memegang pekerjaan-pekerjaan penting.

Secara tradisi, perempuan ditempatkan pada posisi yang kurang menguntungkan yakni hanya berpusat pada aktifitas rumah tangga. Bahkan ada semacam jargon orang tua yang enggan untuk menyekolahkan anak perempuannya karena paling nanti hanya akan diambil istri dan mengurusi rumah tangga saja.

Hal semacam ini terus-menerus diturunkan pada setiap generasi sehingga menjadi sebuah nilai yang berlaku dalam masyarakat yang menempatkan laki-laki lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan perempuan.

Secara umum ada dua persoalan yang melatar belakangi hal ini terjadi yaitu, kultur dan pemaham tentang agama yang merupakan faktor klasik keterbelakangan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dunia perempuan adalah dunia yang berbeda dengan laki-laki, terlihat dari segi kebutuhan yaitu adanya perbedaan kebutuhan antara perempuan dan laki-laki, sehingga solusi dari setiap permasalahan perempuan hanya bisa dijawab oleh perempuan karena laki-laki tidak akan bisa memahami kebutuhan perempuan.

Baca Juga  TGB: Anak Muda Berkarakter Baik, Tulang Punggung Suatu Bangsa

Yang menjadi persoalan adalah kelemahan perempuan dibidang politik, maka ketika perempuan mampu terjun ke dunia politik dan mampu menunjukkan prestasinya maka salah satu persoalaan perempuan telah terjawab.

Di tingkat nasional, partisipasi perempuan dalam politik dijamin sepenuhnya dalam Revisi Undang-Undang Politik. DalamUndang-undang nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik tersebut, pembentukan dan kepengurusan partai politik di tingkat pusat harus menyertakan 30% untuk keterwakilan perempuan (pasal 2 tentang pembentukanpartai politik), serta ketentuan untuk memperhatikan minimal 30% keterwakilan perempuan dalam kepengurusan di tingkat propinsi dan kabupaten/kota (pasal 20).

Dalam hal ini sangat penting meningkatkan jumlah perempuan maupun meningkatkan pengaruh perempuan dalam berpolitik. Tiga alasan utama pentingnya partisipasi kaum perempuan dalam berpolitik.

Pertama, meningkatkan kesetaraan gender dalam masyarakat . Kedua, perempuan berfokus pada beberapa isu dan undang-undang yang mempengaruhi perempuan. Ketiga, politisi perempuan memiliki kepentingan simbolis.

Pentingnya perempuan dalam politik, karena dunia ini kebanyakan adalah perempuan. Perempuan di dunia politik penting untuk meningkatkan kehidupan perempuan karena politisi laki-laki tidak tahu bagaimana jiwanya perempuan, juga isu-isu perempuan terus-menerus diabaikan karena tidak dianggap penting oleh mayoritas laki-laki di bidang politik.

Melalui wacana ini saya harapkan kepada kaum perempuan untuk mau berpartisipasi di bidang perpolitikan agar setiap kendala-kendala yang dirasakan bisa diselesaikan dan agar tidak selalu dianggap remeh oleh laki-laki. Di sini kita mampu menjadi yang terbaik jika kita memiliki keyakinan kalau kita bisa dan bangkit dari yang lemah menjadi kuat. (*)

Baca Juga  Paket “Saad Berjaya” Masih Belum Final

 

dukacita dukacita bankntb