Merancang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sumbawa; Menuju Sumbawa Gemilang Berkeadaban

oleh -140 views

Oleh: Haryandi, S.T., M.Eng. (Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa)

Amanah undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 pada pasal 11 mengamanatkan kepada setiap Bupati/Walikota untuk menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK). RPIK dimaksudkan untuk memperkuat dan meningkatkan daya saing daerah agar lebih berkompetisi dengan daerah lainnya.

RPIK juga sebagai penggerak ekonomi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan berinovasi berbasis pengembangan IPTEK dan industri sesuai keunggulan daerah.

Dalam rancangan industri prioritas nasional tahun 2015-235, sektor-sektor industri yang menjadi prioritas di antaranya industri pangan, industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan, industri tekstil, kulit, alas kaki, dan aneka, industri alat transportasi, industri elektronika dan telematika/ICT.

Selain itu industri pembangkit energy, industri barang modal, komponen, bahan penolong, dan jasa industry, industri hulu agro, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam, dan terakhir industri kimia dasar berbasis migas dan batubara.

Penentuan komoditi unggulan akan berbasis pada ketersediaan sumber daya alam, SDM, analisis produktivitas, potensi pasar, dan kesiapan penerimaan stakeholders.

Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat harus mampu menganalisis potensi daerah yang dapat dijadikan komoditi unggulan. Keuntungan dari faktor geografis, sumber daya alam, SDM, dan pasar harus dimaksimalkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Rencana prioritas industri kabupaten (RPIK) jangka panjang menjadi hal yang perlu dipersiapkan agar estafet pembangunan industri membuahkan hasil maksimal. Jenis industri berbasis komoditas atau produk akan memudahkan semua elemen mengambil peran. RPIK menjadi dokumen patokan bagi pengampu kebijakan dalam menentukan arah pembangunan industri di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  TGB: Anak-anak Sebagai Aset Penjaga Kemajuan Bangsa

Industri prioritas yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Sumbawa menurut industri prioritas nasional berpeluang meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat. Industri Pangan yang dapat dimasukkan dalam RPIK diantaranya industri olahan garam, industri berbasis ruminansia, pengolahan hasil pertanian dan perkebunan dengan produk olahan jagung, mete, dan bawang.

Peluang industri hulu agro patut menjadi prioritas seperti hasil hutan bukan kayu, industri pakan, dan pupuk organik, sedangkan dalam hal industri permesinan, alat transportasi, dan energi terbarukan peluang mengembangkan kendaraan listrik dan energi terbarukan di Kabupaten Sumbawa memiliki kesiapan SDM dan kondisi alamnya.

Pengembangan industri berbasis farmasi herbal seperti minyak atsiri, jahe, kelor, dan lainnya cocok dengan luasnya areal tanam di Kabupaten Sumbawa. Yang terakhir, industri kreatif berbasis kerajinan lokal, karya, aneka, dan multimedia perlu dikembangkan khususnya di era industri 4.0 saat ini.

Dalam kesempatan Kuliah Umum Mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa syarat terwujudnya bangsa yang maju haruslah keberanian berinovasi. Inovasi adalah suatu proses dan perjalanan panjang yang membutuhkan pengorbanan dan pembelajaran secara berkelanjutan.

Kehadiran inovasi yang dimotori pemerintah daerah sangat dibutuhkan sehingga mampu berdaya saing. Inovasi dalam memetakan potensi industri di Kabupaten Sumbawa harus dilandasi pada tiga hal yaitu bagaimana produk dapat lebih murah (cheaper), lebih cepat (faster), dan lebih baik (better).

Baca Juga  Kak Seto Datang, Anak-anak Korban Banjir Ceria

Sinergi dan kolaborasi menciptakan daya saing perlu dikelola dan direncanakan dengan sebaik-baiknya. Menunggu gebrakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih menjadikan Sumbawa Gemilang yang berkeadaban di sektor industri. (*)

dukacita dukacita bankntb