Gondol Brangkas PMI Berisi 653 Juta, Maling Ambruk Ditembak Polisi

oleh -324 views

MATARAM, samawarea.com (8/3/2021)

Kantor Unit Donor Darah PMI, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) di Jalan Bung Hatta No. 3b Lingkungan Pajang Timur Kelurahan Pejanggik Kecamatan Selaparang Kota Mataram, dibobol maling. Dalam aksinya maling membawa kabur sebuah brankas berisi uang kas PMI sebesar Rp 653.500.000, satu buah buku tabungan Bank BTN yang masih kosong, selembar sertifikat tanah atas nama Dr Retno Tri Wulandari, 3 BPKB kendaraan roda empat, dan dua buah kunci serep kendaraan roda 4.

“Dari kejadian ini, PMI Lobar mengalami kerugian sebesar Rp 772,5 juta,” jelas Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK didampingi Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata saat konferensi pers di Mapolda NTB, Senin, (8/3/2021).

Peristiwa bobolnya kantor PMI tersebut diketahui pada Minggu 21 Februari 2021 sekitar pukul 03.00 dinihari, oleh salah seorang petugas kebersihan setempat. Saat itu dia hendak membersihkan ruang keungan PMI, kaget melihat ruangan acak-acakan, jendela kantor terbuka dan brankas PMI raib.

Terungkapnya pembobol kantor PMI ini, berawal dari informasi yang diberikan oleh EL seorang tahanan asal Jempong Kota Matatam yang ditangkap Polsek Cakranegara dalam kasus lain pada 5 Maret 2021 lalu. EL menerangkan bahwa terduga pembobol kantor PMI adalah seseorang berinisial HM dan D.

Setelah itu, Tim Puma Polda NTB melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa HM sedang bersembunyi di wilayah Desa Songak, Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur.

Baca Juga  Tim Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus Pengedar Asal Lombok

Singkatnya Tim Puma Polda NTB menuju lokasi persembunyian HM. Mengetahui dirinya dicari, HM berusaha melarikan diri lewat atap rumahnya. Usahanya gagal, karena HM terjatuh dari atap rumahnya saat dikejar. HM nyaris digebuk massa, namun Tim berhasil mengamankannya. Meski diselamatkan, HM malah melawan polisi. Akibatnya tim melumpuhkannya dengan timah panas.

Setelah diintrogasi HM mengakui perbuatannya, dan uang yang didapat dari hasil pencurian itu sudah dipakai sebagian untuk membayar hutang, beli motor dan dibagi ke teman lainnya.

Dari HM, polisi berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor Kawasaki LX 150 warna hijau yang sudah diganti catnya menjadi kuning, BPKB dan STNK nya, yang dibeli dari hasil kejahatannya itu. Selain itu polisi menyita sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan saat melancarkan aksinya.

Polisi juga menyita Honda Scoopy warna putih dan sepeda motor Kawasaki Tracker warna hijau hitam. “Hasil pencurian di PMI, HM mendapatkan bagian sebesar 300 juta dan separuhnya sudah dipakai membeli motor jenis Kawasaki LX 150 warna hijau yang sekarang dicat warna orange dengan harga Rp 22.250.000,” jelas Artanto.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menambahkan bahwa terduga merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman di Lapas Mataram dalam kasus yang sama. Sementara temannya berinisial D masih dalam pengejaran polisi.

“Sementara hanya HM dan barang buktinya yang kita amankan menuju Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, untuk terduga D sedang diburu,” tutupnya. (SR)

dukacita dukacita bankntb