Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan, UNSA Bahas Strategi Pengelolaan Pulau-pulau Kecil

oleh -66 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/3/2021)

Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu lebih pulau, Indonesia memiliki potensi strategis dalam pengembangan wisata bahari berbasis pulau-pulau kecil. Bukan hanya potensi sumberdaya secara fisik, namun sumberdaya jasa lingkungan kelautan menjadi andalan dalam pengembangan potensi wisata bahari. Keberlanjutan (sustainablelity) menjadi kata kunci.

Dalam arahannya pada 10 Desember 2019 lalu, Presiden RI menyatakan bahwa setelah tahun 2020 prioritas destinasi pariwisata adalah Wakatobi, Raja Empat, Bangka-Belitung, Bromo-Tengger-Semeru, dan Morotai. Untuk itu perlu adanya roadmap pembangunan pariwisata di pulau-pulau kecil.

Untuk membahas fenomena tersebut, Universitas Samawa (UNSA) menginisiasi diskusi dengan beberapa ahli nasional melalui agenda Webinar Nasional bertema “Strategi Pengelolaan Pulau-pulau Kecil untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan”. Webinar Nasional kerjasama Program Studi Manajemen Perairan (MSP) UNSA Sumbawa, NTB, dengan Ikatan Geograf Indonesia (IGI) yang digelar Sabtu 6 Maret 2021.

Bertindak sebagai narasumber Dr. Miftahul Huda, M.Si (Direktur Jasa Kelautan, KKP), Uke M Husain, S.Si, MPP (Direktur Regional I Bappenas), dan Dr. Neri Kautsari, S.Pi, M.Si (Dosen Samawa). Sementara itu Ketua IGI, Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc sebagai keynote speaker, yang dimoderatori Dwi Mardhia, ST., M.Sc.

Direktur Jasa Kelautan KKP, Miftahul Huda, menyebutkan bahwa komponen terpenting dalam pembangunan wisata bahari adalah desa-desa yang tersebar di ribuan pulau Nusantara. Untuk itu, KKP mengembang program Desa Wisata Bahari, yang dikenal dengan Dewi Bahari. Pengembangan Dewi Bahari bahkan telah ditetapkan dalam Permen KP No. 93/2020.

Baca Juga  Andra And The Backbone Hipnotis Masyarakat Sumbawa

Dalam pengembangan Dewi Bahari ini tentu KKP tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan dari semua stakeholder kepariwisataan bahari. “Sinergitas kerjasama antara KKP dengan akademisi (dalam hal ini Universitas Samawa) menjadi sangat penting,” pungkas Dimyati, Ketua IGI. (SR)

 

 

dukacita dukacita bankntb