Sumbawa Barat Diintai Rabies, Desa Diminta Buat Perdes

oleh -190 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (5/3/2021)

Kasus rabies nampaknya belum berakhir. Belum lama ini telah terjadi kasus meninggal dunia akibat gigitan anjing Rabies di Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa perbatasan antara Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Melihat kasus tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Peternakan memberikan perhatian serius. Salah satunya melakukan vaksinasi kepada hewan yang terindikasi terpapar virus rabies di Kecamatan Poto Tano yang merupakan kecamatan perbatasan.

Ditemui di ruangannya, Kamis (4/3), Kabid Peternakan, Jamilatun S.Pt menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi ini sudah berjalan sejak seminggu lalu, diawali dari kecamatan Poto Tano yang menjadi pintu masuk sebelah timur. “Waktu itu kami bentuk dua tim dan kegiatan vaksinasi rabies kita fokuskan di Dusun Samarekat dan Dusun Paloma Desa Kokarlian Kecamatan Poto Tano,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah menyusun jadwal agar lebih tertib dan kemana saja tempat-tempat yang akan dikunjungi di KSB ini. Namun dalam pelaksanaannya terkadang terjadi kasus yang sifatnya mendadak contohnya kasus sebelumnya, ada warga terkena gigitan hewan peliharaannya sendiri dan meninggal dunia. Setelah diperiksa pemilik hewan tersebut positif terkena rabies.

Selain itu Jamila juga meminta kepada seluruh desa maupun Kelurahan agar dapat membuat sejenis Perdes terkait hewan peliharaan untuk meminimalisir menyebarnya virus rabies tersebut.

“Misalnya kasus kemarin kita tidak bisa turun sesuai dengan jadwal dikarenakan ada laporan orang meninggal di Alas Barat dan setelah diperiksa positif terkena virus rabies, maka dari itu insyaa Allah mulai Hari Senin depan kami mulai intens turun ke kecamatan untuk sosialisi dan juga mengimbau seluruh kades maupun kelurahan agar dapat membuat aturan yang berkaitan dengan hewan peliharaan guna meminimalisir penyebaran virus rabies dan hewan peliharaan tersebut juga dikandangkan agar tidak tidak terkesan liar,” pintanya.

Baca Juga  Ngantor Hari Pertama, Wabup Sumbawa Ikut Senam

Menurut pengamatan Jamila, adanya virus rabies ini juga bukan secara alami namun salah satu faktor besarnya pada manusianya itu sendiri. Ini terbukti dari beberapa kasus di lapangan tidak ditemukan hewan liar yang lain terpapar virus rabies di sekitar wilayah tersebut.

“Setelah kami mendesak salah satu pemilik hewan peliharaan menjelaskan bahwa dirinya beberapa hari yang lalu membawa anjing dari Bali, kita ketahui bersama bahwa di Bali banyak yang terpapar virus rabies, jika memang kasus ini alami pasti di sekitar lingkungan itu ada yang terpapar virus rabies namun kenyataannya setelah petugas kami memeriksa hewan peliharaan dari yang bertuan sampai yang tidak bertuan kami tidak menemukan satupun hewan yang terpapar virus rabies ini,” ujarnya.

Karenanya Ia menghimbau kepada pemilik hewan peliharaan seperti anjing, kera, kucing, kadal dan lainnya agar langsung memvaksin hewan peliharaannya di KCD terdekat. Jika merasa digigit langsung mencuci tangan menggunakan detergen dan air mengalir selama 10 menit setelah itu segerakan ke puskesmas terdekat. (SR)

dukacita dukacita bankntb