Dikenal Bersih, Desa Jorok Berambisi Jadi Kampung Sehat

oleh -390 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/3/2021)

Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa ingin diakui sebagai kampung sehat. Karena itu sejak dilaunchingnya Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru 2 (jilid 2) di Mako Polda NTB, Kota Mataram Kamis (18/2/2021) lalu, Desa Jorok menjadi salah satu desa di Sumbawa langsung ambil bagian.

Karena itu Desa Jorok yang selama ini dikenal sebagai desa bersih dan desa berdaya pertama di Sumbawa, tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang berlangsung selama 3 bulan, 10 Februari–20 Mei 2021.

Beberapa bidang yang menjadi indikator pelaksanaan kampung sehat kali ini adalah bidang kesehatan, bidang keamanan dan bidang ekonomi kreatif dengan mengedepankan motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 di NTB. Selain itu Lomba Kampung Sehat Jilid 2 ini untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif sehingga masyarakat NTB semakin produktif.

Konsep Kampung Sehat pada dasarnya untuk menjadikan peran aktif masyarakat sebagai kunci keberhasilan penanganan covid-19 dan pemerintah daerah, TNI dan Polri sebagai motivator, fasilitator dan supervisor di NTB.

Kades Jorok, Rusman Akang didampingi Babinsa Sertu Ramli, dan Bhabinkamtibmas Bripka Dody Rawandi, Jumat (5/3) menyatakan bahwa Pemerintah Desa Jorok siap menghadapi lomba kampung sehat jilid II.

Menurut Kades Roman sapaan akrab Rusman Akang, sejak awal pandemi covid-19 setahun yang lalu, pemerintah desa melibatkan karang taruna untuk menjaga portal pintu masuk desa serta membagi masker kepada pengguna jalan. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan lokasi tertentu untuk merokok di tempat umum. Pasalnya, Desa Jorok telah memiliki Perdes yang mengaturnya, dibarengi dengan pemeriksaan suhu badan dari Satgas Desa.

Baca Juga  PTT dan Honorer di KSB Resmi Menerima Tambahan Gaji

“Kami memiliki posko kesehatan dengan mengoptimalkan keberadaan Pustu. Begitu juga dengan Rumah Isolasi Mandiri telah kami siapkan,” ujar Kades Roman.

Kemudian, inovasi untuk membangkitkan UMKM lokal dan beberapa home industry ditopang oleh keberadaan BUMDes. Terhadap ketahanan pangan, sekitar 90 persen warga didominasi bertani yang didukung oleh alam sehingga ketersediaan air selalu ada.

Kebun gizi dan bibit juga sudah lama ada sejak awal pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah Zakat. Yang membahagiakan, kasus gizi buruk nol persen di Desa Jorok. Sedangkan program peningkatan kapasitas warga dilaksanakan secara rutin. Keamanan desa selalu terjaga karena adanya sinergitas Tiga Pilar Kamtibmas.

“Dalam hal keamanan desa, di Desa Jorok ada program patroli desa yang dilaksanakan setiap bulan ke masing-masing dusun. Kegiatan itu sebenarnya merupakan penyuluhan hukum namun dikemas dalam bentuk tatap muka antara warga dengan pemerintah desa dalam memberikan pemahaman Kamtibmas,” papar Kades Roman.

Meskipun ada warga desa ini yang positif covid-19, sambung Kades Roman, hal itu tidak terjadi di Desa Jorok. Artinya, pasien positif kontak erat dari luar desa, seperti di tempat kerja atau di tempat lainnya. Setiap warga yang ada kebutuhan atau aktifitas di luar desa tetap menggunakan masker, begitu pula dengan warga yang masuk ke Desa Jorok. “Intinya, Pemerintah Desa Jorok didukung warga dan kalangan lainnya siap menghadapi Lomba Kampung Sehat Jilid II yang diinisiasi Kapolda NTB,” tutup Kades Roman. (SR)

dukacita dukacita bankntb