Cari Untung Besar, Buruh Bangunan Beralih Jual Shabu  

oleh -103 views

MATARAM, samawarea.com (26/2/2021)

Tak puas dengan upah buruh bangunan yang diterimanya, ZN (44) memilih menjadi pengedar narkoba jenis shabu. Selain cepat dapat uang, keuntungan dengan menjual shabu juga besar. Namun bisnis haram yang dijalankan warga Lilir Barat, Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari ini tak bertahan lama.

Dia ditangkap Satuan Resnarkoba Polresta Mataram, saat bertransaksi, belum lama ini. Ikut ditangkap pembeli shabu berinisial MH (50) warga Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.  “Keduanya kami amankan saat bertransaksi di rumah ZN,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (25/2/2021).

Berawal dari informasi masyarakat yang menyebut ZN sudah sering bertransaksi jual beli narkotika jenis sabu di rumahnya. Setelah memastikan ZN berada di rumahnya. Petugas melakukan penggerebekan. Saat itu, ZN sedang bersama MH. Disaksikan perangkat desa setempat, tim melakukan penggeledahan. Alhasil, tim menemukan barang bukti shabu sabu seberat 4,88 gram. Tim juga mengamankan barang bukti lainnya seperti seperangkat alat konsumsi sabu dan timbangan digital, serta uang Rp 50 ribu hasil penjualan shabu.

Kepada anggota, ungkap Kapolres Heru, terduga mengaku baru menjual shabu kepada MH dan MH sudah menyerahkan uang Rp 50 ribu untuk membayar shabu. ‘’Mereka sudah bersepakat. Awalnya untuk mengkonsumsi sabu. ZN juga yang menyediakan alat konsumsinya,’’ ujar Kapolres.

Tak hanya itu ZN mengaku memperoleh shabu itu dengan cara membeli di Karang Bagu dengan jumlah beragam. Shabu yang dibeli ini dipecah dan dijual kepada pembeli yang datang ke rumahnya.

Baca Juga  Kunjungi UTS, Gubernur dan Kapolda NTB Memotivasi Mahasiswa

Bisnis ini sudah dijalankan ZN selama tiga bulan. Ini karena tidak puas dengan pendapatannya sebagai buruh proyek. Apalagi di masa pandemic ini, ZN sepi proyek karena jarang mendapat panggilan kerja. “Lalu dia memutuskan menjual narkoba jenis sabu,’’ terangnya.

Keuntungan menjual shabu dianggap cukup lumayan. Hanya membeli dua gram di Karang Bagu, ZN sudah mendapat untung Rp 1 juta. ‘’Terduga bilang cukup banyak untungnya. Sabu yang dia jual juga disisihkan untuk digunakan sendiri. ZN ini urinnya positif mengandung metampetamin atau shabu,’’ katanya.

Duda dua orang anak tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bersama MH, ZN dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara. (SR)

dukacita dukacita bankntb