Kunjungi Industri Garam, UTS Siap Berkolaborasi

oleh -98 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25/2/2021)

Industri Garam di Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, menjadi sasaran kunjungan kerja Tim Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di wilayah timur Sumbawa, Rabu (24/2).

Dalam kunjungannya, Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D, didampingi Kabid  Perindustrian-Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi, M.Si, Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi Khotibul Umam, S. Si., M.Sc, Direktur Kerjasama Dalam Negeri UTS Muhammad Iqbal, S. Sos dan Dekan Fakultas Teknobiologi Izzul Islam, M.Sc. Eng. Rombongan disambut hangat Kepala Desa Labuhan Bontong Rahmat Hidayat.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph. D menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan kerja tersebut untuk meninjau potensi industrialisasi garam yang kiranya dapat dikolaborasikan dengan universitas.

“Salah satu potensi besar untuk dikembangkan di Sumbawa adalah industri garam. Sumbawa memiliki pantai yang luas. Namun petani garam selama ini terkendala dengan berbagai macam masalah, yang semuanya bermuara pada harga beli yang cenderung berfluktuasi. Harga ini sangat erat korelasinya dengan kualitas dari bahan baku garam yang dihasilkan. Dan kualitas ini sangat tergantung dengan inovasi teknologi,” tutur Chairul Hudaya.

Untuk membantu menguraikan permasalahan ini, Bang Irul–sapaan akrabnya mengatakan, UTS dalam waktu dekat akan membentuk PSIG (Pusat Studi Industri Garam) bersama Pemerintah Daerah Sumbawa, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Kelautan dan Perikanan, akan secara serius membantu petani mengembangkan potensi ini. Terlebih, Pemda sudah memiliki Pabrik Pengolahan Garam yang dalam waktu dekat akan beroperasi.

Baca Juga  Dipimpin Presiden Secara Virtual, Upacara HUT TNI Diikuti Gubernur NTB

Kedepan, dengan adanya PSIG dapat menjadi wadah bagi mahasiswa ataupun tenaga pengajar/dosen untuk pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus di bidang garam.

Selain itu, melalui kerjasama yang terjalin dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, di masa mendatang garam yang dihasilkan Desa Labuhan Bontong atau industri garam Sumbawa bisa berkontribusi dalam pergaraman nasional.

Sementara Andi Kusmayadi, M.Si menyampaikan apresiasi atas gebrakan yang dilakukan UTS. Menurutnya, melalui kolaborasi ini nantinya ingin menciptakan dua jenis garam yaitu garam industri dan garam konsumsi. Dua jenis garam ini akan diproduksi di pabrik pengolahan garam Desa Labuhan Bontong.

Andi singkat Ia disapa berharap kerjasama dengan UTS ini dapat membuahkan hasil yang maksimal, dan dua jenis garam yang hasilkan dapat berdaya saing dan bernilai jual yang tinggi. Sehingga memberi dampak positif bagi petani garam di Sumbawa khususnya Labuhan Bontong. (SR)

dukacita dukacita bankntb