Kesulitan Bayar Cicilan Bank, Mantan TKI Nekat Jualan Shabu

oleh -131 views

MATARAM, samawarea.com (25/2/2021)

Sat Resnarkoba Polresta Mataram menangkap pria berinisal NW (34 tahun) warga Desa Sepit, Kecamatan Keruak Lombok Timur. NW ditangkap karena diduga sebagai pengedar Narkotika jenis sabu. Dia ditangkap di kamar kosnya di Lingkungan Rembiga Utara, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (25/2/2021) mengatakan penangkapan ini menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa terduga kerap bertransaksi narkoba di kos-kosannya. Untuk memastikannya, tim melakukan penyelidikan selama satu seminggu. Dalam penggrebekan dan penggeledahan di kamar kosnya, tim menemukan kristal bening diduga shabu seberat 2,82 gram.

Bukti terduga sebagai pengedar didapatkan tim. Seperti satu set alat konsumsi Narkotika, HP, tas berisi dua bendel plastik bening dan dua buah timbangan digital, serta uang tunai Rp 2,2 juta yang diduga hasil transaksi shabu. “Dengan barang bukti yang ada. Patut diduga dia pengedar narkoba,” tandasnya.

Kepada tim, terduga mengaku sebelum menjual shabu, pernah menjadi TKI di Malaysia selama 14 tahun (2004 sampai 2019). Karena kontrak kerjanya habis, NW pulang ke kampong halamannya, Desa Keruak Lombok Timur. Hasil kerjanya di Malaysia, terduga memiliki toko variasi motor.

Untuk pengembangan usaha ini, terduga melakukan pinjaman bank. Tapi cicilan di Bank terasa berat, sehingga terduga nekat menjual shabu yang untungnya untuk membayar hutang. “Terduga memilih cara instan untuk membayar hutangnya. Jualan sabu yang dia pilih,” katanya.

Baca Juga  Digugat Ibu Bhayangkari, Kapolres Siap Meladeni

Shabu yang dijual diperoleh dari sejumlah tempat. Di antaranya di Abian Tubuh dan Karang Bagu. Sabu yang dibeli lalu dipecah menjadi poketan kecil dan dijual. “Caranya dia ecer dengan kisaran harga Rp 100 ribu per poketnya. Dia bilang semakin dipecah, semakin banyak untungnya,” tambahnya.

Saat menjual sabu, terduga tidak repot berkeliling. Cukup berdiam diri di kosnya di Rembiga, pembelinya datang sendiri. Pembelinya itu orang-orang yang sudah dia kenal. Sebagian besar berprofesi sebagai sopir. Akibat perbuatannya, mantan TKI di Malaysia ini terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara. (SR)

dukacita dukacita bankntb