Kades Lampok Ditahan Jaksa, Pencairan BLT Warga Ditunda

oleh -254 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (25/2/2021)

Kepala Desa Lampok Kecamatan Barang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), KR resmi ditahan jaksa. Penahanan oknum kades ini terkait dugaan korupsi dana desa tahun 2018 dan 2019. Dampak dari penahanan ini, hak warga setempat untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) terpaksa ditunda sampai ada keputusan incrach dari pengadilan.

Dikonfirmasi via telepon, belum lama ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) KSB, Drs. Mulyadi M.Si mengakui penahanan oknum kades itu oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat karena dugaan korupsi dana desa. Dengan penahanan ini, oknum tersebut diberhentikan sementara dari jabatannya sampai ada putusan incrach dari pengadilan.

“Apabila putusan pengadilan dia tidak bersalah maka akan dikembalikan ke jabatannya sebagai kepala desa, jika sebaliknya dinyatakan bersalah, maka akan diberhentikan sebagai kades,” kata Mulyadi, seraya menambahkan bahwa untuk sementara jabatan Kades Lampok dijabat oleh Sekdes sebagai pelaksana tugasnya (Plt).

Diakui Mulyadi, ditahannya Kades tersebut berimplikasi terhadap tidak cairnya dana desa. Ini sesuai dengan PMK 222 pasal 5, bahwa apabila kepala desa tersandung masalah korupsi maka Bupati atau Wali Kota mengusulkan pemberhentian dana desa. Dengan telah dihentikan alokasi dana desa ini, membuat pencairan BLT warga setempat harus ditunda. “Setelah ada keputusan

pengadilan baru kita ajukan kembali BLT untuk masyarakat, tapi kita belum tahu aturannya nanti bagaimana, karena di satu sisi anggaran dana desa yang ditahan apabila sudah melewati triwulan dua, anggarannya tidak bisa dikembalikan karena akan menyulitkan desa tersebut. Bisa-bisa kades selanjutnya akan bermasalah,” tukasnya.

Baca Juga  HJ Rahmah: SMS Itu Fitnah, Saya Tetap Setia Dukung SAAT-JAYA

Namun demikian ujar Mulyadi, BLT adalah instruksi langsung pemerintah pusat yang wajib diberikan. “Kami berharap masyarakat Desa Lampok bisa mengerti kondisi ini, jangan sampai melakukan hal hal yang tidak diinginkan, karena secara psikologi mereka cemburu dengan warga desa lain menerima BLT, tapi hanya warga Desa Lampok yang tidak menerima,” tandasnya. (SR)

dukacita dukacita bankntb