Bocah 10 Tahun Tewas Dicabuli, Polisi Tangkap Kakak Ipar

oleh -1.315 views

KOTA BIMA, samawarea.com (25/2/2021)

Kasus dugaan pencabulan yang menewaskan bocah berumur 10 tahun, mulai terkuak. Jajaran Polres Bima Kota bekerja cepat untuk mengungkap kasus ini karena menyedot perhatian publik dan membuat masyarakat marah besar. Sebab bocah perempuan diduga dicabuli disertai kekerasan. Ini terlihat dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan selaput darah dan vagina serta lubang anus korban dalam keadaan lebam.

Awalnya korban dilarikan ke rumah sakit karena demam. Hanya satu jam dalam perawatan, bocah malang itu menghembuskan napas terakhir. Namun tak lama berselang, polisi mengamankan seorang pria berinisial AR—diduga sebagai pelaku pencabulan tersebut. AR (29) bukan orang jauh melainkan kakak ipar korban.

AR diamankan Rabu (24/2) sore sekitar pukul 16.30 Wita, untuk mengantisipasi adanya aksi massa yang ingin menghakiminya. “Mengantisipasi aksi main hakim sendiri oleh keluarga korban, terduga pelaku berinisial AR warga Kota Bima, diamankan ke Mako Polres Bima Kota,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono dalam keterangan persnya, Kamis (25/2).

AR yang merupakan kakak ipar korban, ungkap Kapolres, mengaku takut sesaat sebelum korban meninggal. Pasalnya, namanya disebut korban. Untuk pemeriksaan lebih lanjut AR sedang diperiksa di ruang Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota. “Untuk mempercepat proses  pembuktian kasus ini, Tim kami sedang melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mengumpulkan alat bukti,” ungkapnya.

Baca Juga  Dugaan Penyimpangan Dana Desa Labuan Mapin Bakal Terkuak

Hingga sekarang 3 orang saksi yang sudah diperiksa, mereka semuanya warga Kelurahan Dara. Rencana penyidik akan memanggil saksi lainnya. Pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat masuk rumah sakit. Penyidik juga akan mengambil hasil visum dari Puskesmas Paruga sebagai alat bukti pendukung.

Ditempat terpisah Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, SIK., M.Si mengimbau keluarga korban agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri, dan percayakan penanganannya kepada pihak kepolisian. Menurut catatan, ungkap Artanto, terduga AR sering melakukan perbuatan serupa, namun berhasil dimediasi warga. (SR)

dukacita dukacita bankntb