Polisi Tangkap Dua Tersangka Perdagangan Orang di Lotim dan Jakarta

oleh -169 views

MATARAM, samawarea.com (23/2/2021)

Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengamankan dua orang tersangka kasus perdagangan orang di NTB. Peristiwa itu menimpa seorang korban berinisial NHL (29) beralamat di salah satu desa di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. “Kasus ini berawal dari tahun 2018 lalu, sejak korban dikirim penyelenggara keluar negeri,” jelas Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Aratanto SIK, M.Si pada konferensi pers di Mako Polda NTB, Selasa (23/2/2021).

Dijelaskan, korban dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Abudhabi dengan iming iming gaji sebesar empat juta rupiah, namun penyelenggara mengirimnya ke Negara Turkey. Korban dijanjikan uang saku Rp 2,5 juta namun yang diberikan hanya Rp 1,5 juta sebagai bekal di perjalanan.

Selama di Turki, korban sering mendapat perlakuan kasar dari majikannya. Karena tidak tahan, NHL melarikan diri dari rumah majikannya dan mendatangi kantor kepolisian setempat untuk membuat laporan kehilangan paspor. Selanjutnya NHL melaporkan dirinya ke KBRI Ankara Turki untuk mendapat perlindungan. Selanjutnya pihak KBRI menghubungi kedutaan untuk ditindaklanjuti. Singkatnya NHL dipulangkan ke negara asalnya (Indonesia, Red).

Setelah ditelusuri tim Ditreskrimum Polda NTB, ternyata peristiwa pengiriman korban keluar negeri tidak menggunakan visa pekerja melainkan visa pelancong. “Ini yang memberatkan tersangka, selain itu ada unsur penipuan di dalamnya, karena menjanjikan korban untuk berangkat ke Abu Dhabi namun faktanya korban dikirim ke Turki,” tambahnya.

Baca Juga  Curi Ternak Betina Tertangkap Polisi, Satu Pelaku Anak-anak

Selain itu proses pengiriman korban ke luar negeri tidak melalui prosedur resmi alias illegal. Berdasarkan laporan korban, polisi langsung menuju rumah tersangka dan meringkusnya. Kepada polisi tersangka berinisial AB asal Anjani, Kecamatan Suralaga Lombok Timur ini mengakui perbuatannya. Setelah diintrogasi AB menyebutkan sebuah nama yang menjadi salah satu rekan kerjanya berinisial KMR yang sekarang menjadi DPO.

Dia juga menyebut nama seseorang yang berinisial HSR yang beralamat di Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. HSR sendiri bertindak sebagai penampung TKW di Jakarta yang hendak dikirim ke luar negeri.

Polda NTB menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian di Jakarta untuk mencari keberadaan HSR. Tak lama, HSR berhasil diringkus dan dibawa ke Mako Polda NTB untuk diproses hukum.

Atas kejadian itu Dirreskrimum Polda NTB Hari Brata meminta masyarakat agar selalu berhati hati menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. “Masyarakat harus peka, jangan mudah tertipu, cek dan analisa dulu terhadap tawaran tersebut sebelum menerima tawaran calo yang tidak bertanggungjawab,” tukasnya.

Ditambahkan Heri, yang membuat para calo dan pelaku bisnis perdagangan manusia ini tergiur dengan bisnis ini adalah nilai untuk satu orang TKW Rp 120 juta dan mereka sebagai calo mendapatkan komisi sebesar 8 juta rupiah.

Ditanyai terkait asal dana tersebut, Hari menjelaskan berasal dari pihak luar negeri yang bekerjasama dengan pihak di Indonesia. “NTB menjadi salah satu target bisnis perdagangan manusia, sebab masyarakat NTB mudah tergiur dengan segala bentuk tawaran dari calo, dan jarang berfikir panjang. Mereka  sering berfikir yang penting sampai di luar negeri namun mereka tidak peduli dengan prosesnya, ini yang perlu dirubah di NTB, agar masyarakat NTB tidak tertipu lagi,” pungkasnya. (SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb